Jepara – Di tengah maraknya minuman kekinian yang sering dijual dengan harga mahal, Ahmad Zainal Abidin, memilih melestarikan warisan nenek moyang dengan memproduksi susu kedelai yang sehat dan terjangkau. Pak Zainal berhasil membawa minuman tradisional ini ke tengah masyarakat melalui distribusi ke berbagai toko dan sekolah di Kabupaten Jepara.
Dikutip dari Wikipedia, susu kedelai telah dikenal di Indonesia sejak abad ke-18, dibawa oleh pedagang Tiongkok. Minuman ini mulai masuk ke Asia Tenggara setelah Perang Dunia II, termasuk ke Indonesia. Awalnya susu kedelai berasal dari Tiongkok, sebelum menjadi minuman umum di Eropa dan Amerika Utara pada paruh kedua abad ke-20, terutama karena teknik produksi dikembangkan untuk memberikan rasa dan konsistensi yang lebih mirip dengan susu. Susu kedelai dapat dikonsumsi untuk menggantikan susu sapi dalam pola makan vegan.
Susu kedelai bukan sekadar minuman biasa. Dibuat tanpa bahan pengawet dan melalui proses alami, minuman ini kaya akan protein dan cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Susu kedelai memiliki cita rasa alami dengan sentuhan manis yang ringan serta kadar gula yang rendah. Berbeda dengan susu sapi, minuman ini memiliki tekstur yang lebih ringan, tetapi tetap lembut.
“Produksi dimulai pukul 03.00 hingga 08.00, menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk mengolah kedelai menjadi minuman kemasan susu kedelai,” ujar Pak Zainal. Adapun bahan pokok yang digunakan yaitu kedelai, air, gula, dan garam.
“Kedelai harus direndam semalaman, lalu digiling dengan air bersih. Setelah disaring, sari kedelai direbus dengan api kayu bakar sambil terus diaduk hingga matang,” jelas Pak Zainal.
Setelah hampir matang, ia menambahkan varian rasa seperti pandan, stroberi, dan jahe untuk varian original guna meningkatkan aroma dan rasa.
Dengan harga terjangkau, hanya Rp1.000 per kemasan, susu kedelai ini menjadi alternatif minuman bergizi bagi Masyarakat di Jepara.
“Minuman ini sederhana, tetapi kaya manfaat. Apalagi harganya terjangkau, saya bisa mendapatkannya dengan mudah,” ujar Andre, salah satu pelanggan susu kedelai produksi Pak Zainal.
Sebagai warisan kuliner Nusantara, susu kedelai adalah produk lokal berbasis tradisional yang tetap mampu bersaing di pasaran asalkan dikelola secara serius. Syaratnya, kualitas harus tetap terjaga, kandungannya memperhatikan kesehatan, dan harganya tetap terjangkau.
Di balik kesederhanaannya, susu kedelai menyimpan warisan rasa dan manfaat kesehatan yang telah teruji ratusan tahun. Minuman ini tak hanya menghangatkan hati, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.
Tulisan dan Foto dokumentasi: Muhammad Zidan Zakiyul Wildan
