Subkhan dan temannya penggali kubur dari desa Lebuawu Pecangaan Jepara
Jepara – Cerita tentang jasad yang dikubur puluhan tahun masih utuh bukan cerita bohong. Namun benar benar nyata tidak hanya satu kali namun beberapa kali terjadi. Sehingga jika ada info tentang hakl tersebut kita harus percaya karena kenyataannya ada.
Subkhan bin Suratman (60) warga RT 10 RW 2 desa Lebuawu kecamatan Pecangaan salah satu penggali kubur mengatakan, ia sudah beberapa kali menemukan jasad yang dikubur di pemakaman Rangin Citro Kusumo masih utuh dan kembali dikuburkan lagi.
“ Awalnya ya menggali kubur seperti biasa di tanah yang tida ada batu nisannya. Namun setelah sampai dalam tiba tiba menemukan kain kafan dan jasad yang masih utuh . Ya kita kembalikan lagi kita kubur lagi kita pindah ke tempat lain “, kata Subkhan pada kabarseputamuria Jum’at 23/5/2025.
Subkhan jika menggali kubur tidak sendirian paling sedikit 5-6 orang . Sehingga ketika menemukan jasad yang masih utuh itu kemudian dikembalikan atau dikuburkan. Selain itu ia juga menanyakan ke keluarga apakah kenal orang yang dikuburkan dengan kondisi jasad utuh dalam jangka waktu lama.
“ Ya orang yang jasadnya mash utuh itu beragam , ada orang biasa yang hidupnya kekurangan, ada yang hafidz qur’an dan ada juga tokoh agama atau kyai. Sehingga dalam kisah agama ada jasad yang dikubur tidak busuk ada dan nyata dan saya melihat sendiri “, kata Subkhan yang jadi penggali kubur sudah lama.
Terkait kerja sebagai penggali kubur di desa Lebuawu ini semuanya suka rela . Tidak ditugaskan khusus oleh pemerintah desa . Sehingga siapa saja yang terketuk untyuk membantu sesame bisa hadir ke kubur ketika mendengar ada warga yang meninggal.
“ Dulu dibuatkan seragam khusus penggali kubur oleh anggota DPRD Jepara yang sudah meninggal. Tetapi saya dan kawan kawan menolaknya , apalagi dibayar atau meminta bayaran . Kami menolak halus biar penggali kubur ini tenaga sukarela dan siapa saja bisa bergabung.
Pemakaman Rangin Citro Kusumo dio desa Lebuawu ini merupakan pemakaman lama sehingga di makam ini ada cikal bakal atau tokoh sentral . Tokoh ini adalah mbah Citro Rangin kusumo. Makam ini diwaktu waktun tertentu menjadi tempat peziarahan dan ngluwari ujar. ( Pak Muin )
