Jepara-Pindang Serani telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner masyarakat pesisir Jepara. Dibalik rasa segar dan gurihnya, tersimpan cerita panjang tentang kekayaan kuliner Nusantara. Hidangan khas pesisir utara Jawa yang semakin populer berkat cita rasa yang unik dan menyegarkan.
Berbeda dengan pindang pada umumnya yang cenderung pekat, Pindang Serani memiliki kuah bening yang memadukan rasa asam, gurih, dan segar. Kuahnya berwarna kuning keemasan, hasil dari kunyit yang digunakan sebagai salah satu bahan utama.
Cita rasa asam berasal dari belimbing wuluh atau air jeruk nipis, sedangkan rasa gurih didapat dari rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, dan serai. Biasanya, ikan bandeng, kakap, atau tongkol menjadi pilihan utama karena teksturnya yang lembut dan cocok dengan bumbu Pindang Serani.
“Cita rasa segar Pindang Serani berasal dari perpaduan bumbu-bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, tomat, cabai, dan daun kemangi. Proses memasaknya pun tidak rumit, ikan cukup dimasak bersama bumbu hingga matang,” ujar Mak Lip, pemilik warung penjual Pindang Serani.
Belakangan ini, Pindang Serani mulai banyak ditawarkan di berbagai rumah makan tradisional hingga restoran modern. Banyak orang tertarik mencicipi karena selain lezat, masakan ini dianggap lebih sehat karena tidak menggunakan santan dan kaya rempah alami.
Dikutip dari Kompasiana.com, Pindang Serani telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner masyarakat pesisir Jepara. Hidangan ini lahir dari kreativitas para nelayan dalam mengolah hasil tangkapan mereka dengan bumbu yang sederhana namun kaya rasa.
Nama “serani” diyakini berasal dari perpaduan dua identitas keagamaan, yakni Islam dan Nasrani. Dalam dialek masyarakat pesisir, kata “Islam” sering dilafalkan dengan tambahan huruf “e” menjadi “Iselam”. Dari bentuk pelafalan ini kemudian muncul istilah “Serani”, yang mencerminkan identitas baru.
Perpaduan dua identitas agama yang berbeda namun hidup berdampingan secara damai dapat dengan mudah ditemui di kawasan pesisir, mulai dari Mlonggo hingga Jepara Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Pati.
Sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia, Pindang Serani membuktikan bahwa makanan tradisional dapat tetap relevan dan digemari lintas generasi.
Dengan cita rasa autentik dan proses memasak yang sederhana, tidak mengherankan jika hidangan ini terus menarik perhatian dan menjadi favorit baru di kalangan pecinta masakan Nusantara.
Gambar gambar bersumber dari :
Gambar 01. https://images.app.goo.gl/mzTuid4wttu8J5Fm7
Gambar 02. https://images.app.goo.gl/HqA1rXNVnyS2hR6Q8
