Jepara – Sejumlah petani di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,bulan Mei 2024 ini sudah mulai memproduksi garam meskipun cuacanya masih sering turun hujan. Setiap hari mereka datang ke tambak untuk menata lahan menunggu panas teri dan juga kadar garam air laut tinggi.
Menurut Mashadi petambak yang menggarap lahan garam di desa Surodadi Kecamatan Kedung kabupataen Jepara, Rabu 21/5/2025 musim produksi biasanya dilakukan mulai bulan Mei , dan jika panas terus bulan Juni atau bulan Juli bisa panen
Namun, katanya, karena harga jual garam yang tidak begitu tingginya maka hanya beberapa petani saja yang mengawali persiapan produksi garam. Mereka menunggu hujan reda atau kadar garam laut tinggi
“ Kalau harga garam tinggi dipastikan petambak semua akan memulai produksi garam .Namun karena harga garam yang tidak begitu tinggi mereka menunggu hujan reda dan juga air laut benar benar asin”, kata Mashadi
Membuat garam menurut Mashadi butuh panas yang terus menerus. Jika sesekali masih ada hujan maka garam akan sulit di panen. Apalagi jika hujan setiap hari alamat petmabak garam tidak bisa produsksi garam.
“Ketika dalam proses produksi garam terjadi hujan, biasanya prosesnya harus diulang dari awal, sehingga biayanya juga tidak sedikit,” ujarnya.
Harga jual garam sekarang, katanya, berkisar Rp 70.000 per kuintal harga tersebut sudah standart. Petambak masih dapat untung tetapi sedikit jika harga garam diatas Rp 100 ribu petambak mendapatkan untung yang lumayan .
“ Nah jika harga garam diatas Rp 200 ribu perkuintal petambak garam untung besar . Sehingga tidak hanya untuk kebutuhan harian saja . Namun mereka bisa memperbaiki rumah , beli motor baru bahkan ada yang beli mobil atau ibadah umroh “, tambahnhya,
Tingginya harga jual garam, kata dia, mendorong para petani atau pedagang yang sebelumnya menyimpan garam dalam jumlah banyak di gudang juga jual.
Dalam memproduksi garam, petani garam kini bisa melakukannya dengan media geoisolator atau plastik pelapis tambak garam.
Dengan geoisolator, diklaim lebih cepat karena dalam jangka waktu tiga hari sudah berani panen, ketika cuaca terlihat mendung yang diperkirakan akan turun hujan. ( Pak Muin)