Demak– Ada keramaian tersendiri jika sore hari di Tugu Garam Desa Kedungmutih kecamatan Wedung di bulan puasa ini. Ada banyak UMKM yang berjualan di tempat ini. Semuanya menangguk rejeki di bulan puasa dengan menjual takjil buka puasa.
Ada aneka jenis makanan dan minuman yang dijual di tempat ini . Untuk makanan mulai dari makanan jadul sampai makanan kekinian. Diantara makanan jadul ada Bongko , Nogosari ,Ketan dan juga Kintel yang legendaris.
“ Ini kintel pak makanan jadul asli desa Kedungmutih . Terbuat dari tepung beras ketan dan isianya kelapa parut dan gula. Agar lebih mantap diberi santan matang . Harganya hanya Rp 2.000 perbijinya “, kata Nining salah satu penjual makanan takjil di pasar kuliner di area Tugu Garam.
Nining menambahkan lapaknya di depan pasar Kuliner Kedungmutih dekat tugu garam ini mulai buka sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan tutupnya ketika dagangan sudah habis atau jelang maghrib. Selain makanan jadul ia juga menjual aneka gorengan khas makanan buka puasa.
Selain Nining ada Musyarofah yang rumahnya dekat Tugu Garam ia juga mremo takjil buka puasa . Ia berjualan aneka lauk pauk menyediakan bagi warga yang tidak memasak. Di Meja panjang ada aneka lauk pauk yang bisa dibeli.
“ Kalau yang ini mangut ikan , ini opor ayam , yang ini semur Telor dan ini ikan Nila. Harga bervariasi mulai dari Rp 5 ribu tergantung lauk yang di beli. Rencana kalau jalan kita berjualan setiap sore disini “, kata Musyarofah
Hal sama juga dilakukan oleh Abdurrahman yang juga warga Kedungmutih. Ia menyediakan aneka gorengan mulai dari sosis goreng , Tahu bakso , Tahu crispi yang merupakan makanan kekinian . Di lapak sebelah Musyarofah mulai habis Sholat asar ia menggelar dagangannya.
“ Monggo pak ini sosis goreng harganya 2 ribu , ini Tahu bakso dan yang ini tahu crispi Rp 500 . Berkah ramdhan mudah mudahan laris manis “ , kata Abdurrahman yang pecinta Sholawat.
Selain itu masih ada pedagang keliling juga mangkal di tempat ini . Ada yang jualan kue crepes, Sempolan goreng , Martabak telor dan tak ketinggalan es kelapa muda. Mereka menggelar lapaknya di dekat Tugu Garam.
“ Insya Allah setiap sore disini terus selama Ramadhan . Setiap Ramadhan sore hari saya jualan kue Crepes disini . mangkal habis Asar disini pulangnya tidak tentu tergantung rejeki “, kata Tukori penjual kue crepes asal desa Tedunan Demak. ( Pak Muin)