Jepara – Seiring dengan semakin mudahnya orang membeli kendaraan bermotor roda dua kini berimbas pada menurunnya orang menggunakan angkutan umum.Seperti halnya angkudes (angkutan pedesaan ) jurusan Kedungmalang Pecangaan saat ini jumlah armadanya tinggal berapa gelintir saja. Dulu di era kejayaan angkudes sekitar tahun 90 an jumlah armada yang melayani jalur ini mencapai 30 lebih.

” Sekarang yang masih beroperasi hanya 10 armada ,yang lainnya sudah ganti jalur atau melayani carteran Saya mulai masuk ke jurusan ini tahun 1996 sampai sekarang saya jalani meski hanya beberapa jam saja”,kata Paesan warga desa Damar jati RT 01 RW 02 pada kabarseputarmuria.

Paesan mengatakan tahun masa awal ia narik di jurusan Pecangaan – Kedung malang ini cukup lumayan penghasilannya. Sehari bisa 4-5 kali bolak balik.Selain bakul pasar ,orang biasa banyak pelajar yang naik angkot. Namun seiring dengan banyaknya sekolah di desa ,mudahnya membeli sepeda motor lambat lain penumpang mulai sepi . Tarikan mulai menurun terus hingga sekarang paling banget hanya 2 kali bolak balik saja.

” Untung saya dirumah punya kerja sambilan sebagai peternak sapi dan menggarap sawah Sehingga hasil nyopir bukan uang utama bagi saya “, tambah Paesan

Ia berangkat dari rumahnya habis sholat subuh lalu ngetem di Pasar Pecangaan untuk mengambil penumpang langganan yaitu para bakul sayuran dan sembako. Setelah penuh penumpang itupun dibawa ke Pasar Kedungmutih yang jaraknya sekitar 10 km. Usai penumpang semua turun ganti lagi menaikkan penumpang para bakul ikan yang akan berjualan ikan di seputaran Pecangaan. Setelah penuh iapun mengantar bakul ikan ke Pecangaan. Setelah itu iapun kembali mengambil penumpang diseputaran pertigaan Pecangaan untuk dibawa ke jurusan Kedungmalang.

” Wah kalau tidak ada bakul angkudes di sini lama lama pasti mati .Untung masih ada bakul bakul sehingga meskipun sepi angkudes tetap bertahan sampai sekarang”,kata Paesan lagi.

Ditanya penghasilan Paesan mengatakan dalam seharinya ia mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu dalam 2 kali bolak balik. Jika hanya nyopir saja penghasilan sejumlah itu jelas tidak cukup untuk menghidupi keluarga .Untungnya ia beternak 2 ekor sapi di rumahnya dan juga menggarap sawah.Sehingga dari hasil nyopir bisa digunakan untuk kebutuhan harian .Sedangkan kebutuhan lain bisa dicukupi dari hasil ternak sapi dan bertani.

Dengan semakin sepinya penumpang di jalur Kedungmalang-Pecangaan membuat para sopir alih profesi sedangkan kendaraan yang digunakan untuk menarik penumpang banyak yang dijual.Padahal dulu jalur ini merupakan jalur gemuk penumpang sehingga pengusaha angkutan yang narik di jalur ini mencapai puluhan angkudes .(Muin).