Jepara – Fakultas Syariah dan hukum Unisnu Jepara Jum’at 28/2/2025 mengadakan kegiatan Rukyatul Hilal awal Ramadan . Namun dari pengamatan puluhan orang bergantian melihat lewat teropong hilal tak terlihat .
“ Lima teropong kami persiapkan dengan membawa sekitar 70 Santri dan 25 Mahasiswa sebagai ajang pembelajaran dan praktek langsung rukyatul hilal. Namun tidak satupun orang yang melihat bulan sabit di patani Kartini Jepara sore ini “, kata Hudi Dosen Unisnu yang juga Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Jepara.
Tak terlihatnya hilal ini lanjut Hudi karena kondisi langsung Pantai Kartini diselimuti mendung tebal. Selain melakukan pengamatan, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara juga melakukan penghitungan atau menggunakan metode hisab untk menentukan hilal.
“ Berdasarkan penghitungan sudah diperkirakan hilal tak terlihat dari Kabupaten Jepara. Sebab, tinggil hilal dan sudut antara matahari dan bulan atau elongasi tak memenuhi syarat. Syarat imkanurrukyat yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi enam derajat. Ini tak terpenuhi “. katanya
Dia memaparkan, sebelum rukyatul hilal tercatat tinggi hilal mar’i berada di posisi 4 derajat 15 menit di atas ufuk. Sedangkan elongasinya 5 derajat 54 menit. Berdasarkan data itu, lanjut Hudi, jikapun cuacanya cerah, hilal tetap sulit terlihat dari langit Kabupaten Jepara.
”Berdasarkan hasil penghitungan kami. Hilal tak terlihat di Jepara,Para perukyat memiliki waktu 17 menit setelah matahari terbenam di ufuk barat untuk memantau hilal.Namun tak ada satupun dari mereka yang dapat melihat hilal tanda awal ramadan 1446 Hijriah. Kami sudah berupaya melihat lewat teropong, tapi tetap tidak terlihat,” kata Hudi.
Hudi menambahkan meskipun tak terlihat hasil dari rukyatul hilal dari Pantai Kartini Jepara tetap dilaporkan kepada pemerintah pusat.”Kami sudah laporkan kepada pemerintah pusat. Hilal tak terlihat dari Jepara. Selanjutnya menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” pungkas Hudi. ( Pak Muin )