Demak – Setiap desa ada sebuah makam yang dikeramatkan atau di pepundi sehingga tempat tersebut lazim disebut pundhen. Bagitu juga di desa Mutih Wetan kecamatan Wedung kabupaten Demak, Di des aini juga ada makam yang dikeramatkan dan dirawat hingga sekarang,

Makam ini warga setempat menyebutnya makam  Syeh Jumadil Kubro entah yang menamai siapa tiada yang tahu. Nama yang sama juga ada di tempat lain selain makam din desa Mutih Kulon. Meskipun begitu hal itu tiudak menjadikan warga berkurang rasa khidmahnya.

Hal itu terlihat dari kondisi makam yang selalu dijaga dan di rawal kelestariannya. Setia[ waktu ada kegiatanpembangunan dan perawatan baik jalan menuju makam dan juga bangunan cungkup atau rumah-rumahan makam.Biaya pembangunan dan perawatan komplek ini hasil swadaya masyarakat .

Selain merawat area pemakaman setahun sekali di area makam ini ada acara tahunan yang lazim disbut Haul. Adapun Haul ini didakan setiap habis panen dan jatuh pada hari Jum’at Wage. Seluruh warga desa baik yang bertempat tinggal di desa ataupun luar desa hadir berdo’a bersama dan makan bersama di area makam ini.

Selain diziarahi warga setempat makam ini setiap harinya juga mendapat kunjungan warga luar. Mereka datang sendirian atau berombongan bersama keluarga. Peziarah agak ramai biasanya di malam Jum’at wagetetapi ada juga satu dua orang yang datang setiap hari. Mereka datang ke makam untuk berdo’a dan biasanya mereka mempunyai hajat tertentu .

Salah satu peziarah yang datang hampir. setiap hari adalah Mas  Abdul ( bukan nama sebenarnya ) warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung . Ia berziarah ke makam ini sudah dua tahunan ini setelah mendapat tugas dari guru spiritualnya . Selain melaksanakan tugas dari gurunya membaca amalan tertentu tidak lupa ia membersihkan area makam agar nyaman untuk berziarah.

“ Saya datang ke sini hamper setiap hari kalau pas atak ada tugas harian saya disini cukup lama . Ya sambil bersih bersih area makam . Saya ke sini karena ada tugas dari guru kalau tidak kesini ia tahu dan menegur saya . Padahal guru saya tempatnya jauh namun ia tahu kondisi makam disini”, aku mas Abdul .

Ulul menambahkan meskipun nama yang ada di makam ini Syeh Jumadil Kubro namun ia mendapatkan nama khusus dari gurunya. Bahwa yang dimakamkan dimakam tersebut ada Habib Husain . Meskipun secara mistis ia belum bertemu dengan sosok Habib Husain. Namun pernah sekali ia merasa didatangi.

“ Ketika itu siang hari ketika sedang bertawasul di tempat ini tiba tiba ada bau harum sekali . Dan seketika itu saya uluk salam pada beliau. Meskipun tidak ditemui dalam wujud kasat mata namun itu bagi saya pengalaman yang cukup indah “, aku Ulul pada kabarseputarmuria Senin 27/3/2023. (Muin).