Pertashop P4.59046 Ngabul yang berlokasi di Jalan tembus Ngeling – Ngabul Jepara
Jepara – Kini Pertashop telah menyebar hampir di seluruh pedesaan di Indonesia. Banyak masyarakat desa yang tertarik terjun di dunia distribusi BBM jenis Pertamax ini.
Namun sayangnya nasib Pertashop sedang tak menentu, bahkan terancam bangkrut. Banyak faktor yang memengaruhi, salah satunya disparitas harga yang terlalu tinggi antara Pertamax dan Pertalite.
Seperti halnya SPBU Pertashop di desa Ngabul RT 04 RW 05 kecamatan Tahunan yang beroperasi sekitar setahunan meskipun penjualan turun drastis namun masih tetap melayani warga. Namun demikian gaji petugas operasional harian mengalami penurunan seiring dengan turynnya penghasilan. Selain itu juga adanya pengurangan jam kerja dari 8 jam menjadi 5 jam kerja.
” Untuk gaji sistemnya bulanan awal training sebulan Rp 1,5 juta setelah itu Rp 1,8 juta dengan kerja 8 jam .Namun ketika omzet turun terus kini saya di gaji Rp 1,25 juta sebulan dengan jam kerja hanya 5 jam “, kata Nur Sugiyanto petugas SPBU Pertashop 4P.59046 desa Ngabul pada kabarseputarmuria Sabtu 11/2/2023
Nur Sugiyanto mengatakan, awal awal dibukanya pertashop ini respon masyarakat cukup bagus ketika harga pertamax masih Rp 9.000 an lebih dan Pertalite dibawah dikit. Namun karena harga Pertamax yang terus naik tidak diimbangi kenaikan harga pertalite akhirnya masyarakat lebih memilih pertalite. Akibat penjualan pertamax terus turun dari awal mendekati 1.000 liter nyampai kini jadi sekitar 200 literan saja.
” Ketika dulu harga pertamax Rp 9 ribuan lebih dikit banyak warga yang membeli pertamax. Namun ketika harga naik terus dan terakhir hari ini Rp 12.800 warga masih senang beli pertalite yang harganya jauh dibawah harga pertamax. Dulu sekali ngisi seminggu habis kini sekali ngisi paling cepat tiga minggu “, tambah Nur Sugiyanto yang juga warga Ngabul.
Agar gajinya kembali ke semula maka ia berharap perbedaan harga pertamax dan Pertalite tidak terlalu jauh. Solusinya untuk harga pertamax di turunkan atau pertalite dinaikkan.Dengan perbedaan harga yang tidak terlalu tinggi maka warga masyarakat akan kembali menggunakan pertamax .Sehingga program Pertashop ini tidak mati suri dan terus menghidupi karyawan seperti dia. Selain itu pemilik usaha juga tidak mengalami kerugian .(Muin)