Semarang – Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih mengubah kebiasaan orang hingga menciptakan hobi baru. Mulai dari tren bunga, budidaya burung, hingga budidaya tanaman dengan teknik hidroponik.

Meskipun sudah banyak dilakukan, budidaya tanaman hidroponik mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan  Arifin. Awalnya Arifin mencoba menekuni budidaya tanaman menggunakan teknik hidroponik dengan memanfaatkan lahan kosong disamping rumah. Tujuannya untuk mengisi waktu luang di rumah selama pandemi Covid-19.

Awalnya sih memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah, apalagi pandemi ini kan memang juga banyak habiskan waktu di rumah, lama kelamaan saya tekuni akhirnya bisa menghasilkan juga “tutur arifin”, Danasari 11 November 2021.

Siapa sangka budidaya tanaman hidroponik yang dirintis sejak 2  bulan lalu di atas tanah kosong seluas 20×15 meter menghasilkan pundi-pundi rupiah. Hobi baru yang digelutinya berbuah manis menjadi bisnis.

Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam dunia bercocok tanam. Hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga ini menjadi salah satu kelebihannya. Hidroponik berasal dari Bahasa Latin, hydro dan phonos. Hydro berarti air dan phonos berarti kerja. Dalam konteks ini, hidroponik diartikan sebagai air yang bekerja.

Namun, dalam bidang bercocok tanam, hidroponik merupakan kegiatan pertanian yang menjadikan air sebagai medium utama untuk menggantikan tanah. Hidroponik juga dapat diartikan sebagai sistem penanaman tanpa menggunakan media tanah. Hidroponik saat ini sedang tren di kalangan masyarakat. Bahkan, cara ini menjadi rekomendasi alternatif bercocok tanam.

Cara menanam hidroponik ada beberapa sistem dengan praktik yang paling mudah hingga tingkat kesulitan yang tinggi. Dengan menanam menggunakan cara hidroponik, Hasil tanaman lebih kontinyu dan tinggi dibanding penanaman di tanah.  Namun, juga harus memperhatikan beberapa aspek lain, seperti ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi pemula, hal yang harus Anda perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna.

Salah satu cara  menanan tanaman hidroponik adalah dengan menggunakan media pipa bekas.  Keuntungan menggunakan pipa bekas untuk hidroponik ialah kemampuan pipa menampung banyak tanaman, dan kemudahan dalam mengalirkan air dan larutan nutrisi. Berikut adalah bahan yang diperlukan :

  1. Pipa bekas.
  2. Alat untuk melubangi pipa.
  3. Gelas plastik bekas.
  4. Air.
  5. Ember.
  6. Larutan nutrisi.

Cara membuat media hidroponik pipa bekas, adalah sebagai berikut: 

  1. Lubangi pipa bekas sesuai dengan ukuran gelas plastik yang akan digunakan.
  2. Buat jarak antar lubang sekitar 20 cm, agar tanaman bisa tumbuh optimal.
  3. Tutup lubang ujung pipa dengan penutup pipa.
  4. Selesai dengan pipa, siapkan gelas plastik. Beri lubang kecil di bagian bawah untuk penyerapan air dan pergerakan akar tanaman.
  5. Masukkan bibit yang sudah tumbuh ke dalam gelas plastik. Penuhi gelas plastik dengan sisa-sisa rockwool.
  6. Buat larutan nutrisi dalam ember, sesuai petunjuk dalam larutan nutrisi yang dibeli.
  7. Letakkan pipa bekas yang sudah dilubangi pada posisi tetap, bisa digantung atau diberi penyangga. Sebelumnya beri jalur air dua arah di setiap ujung pipa menggunakan pipa atau selang kecil.
  8. Alirkan air dari ember ke pipa bekas, lalu letakkan bibit hidroponik ke dalam lubang yang sudah dibuat di awal.
  9. Beri perawatan yang baik, dan tunggu waktu panen.