Kudus – Dalam masa pandemi covid 19 ini pelaku wisata turun pendapatannya. Tak terkecuali warga yang mengais rejeki di area makam wali Sunan Muria komplek Colo Kudus. Di akhir pemberlakuan PPKM hari Minggu 8 Agustus makam Sunan Muria mulai di ziarahi kembali oleh warga. Meskipun dari plat kendaraan warga yang datang berziarah masih lokal sekitar Kudus seperti dari Jepara,Demak dan Pati. Rombongan peziarah yang biasanya berziarah ke makam walisongo belum ada yang mampir ke gunung muria.

Udin ( bukan nama sebenarnya ) tukang ojek pada kabarseputarmuria mengatakan pandemi corona ini membuat ekonomi keluarga morat marit . Sebelum corona ia bisa membawa pulang uang cukup untuk memghidupi keluarganya . Sehari bisa bawa pulang uang Rp 100 – 15150 ribu sehari .Namun semenjak ada corona makam di tutup ia tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan rutin setiap harinya. Ia harus mencari pelanggan ojek muter muter kesana kemari karena tempat mangkalnya ditutup.

” Mudah mudahan Pemerintah menghapus PPKM sehingga makam ini dibuka lagi dengan normal .Sehingga kami bisa dapat penghasilan rutin lagi seperti dulu.Kalau kayak begini kami sekeluarga bisa sulit makan bahkan kelaparan ” ,kata Udin

Hal sama juga dikatakan Umi ( bukan nama sebenarnya ) penjual bunga dan ubo rampe ziarah pandemi corona membuat pengasilannya tak menentu karena sepinya peziarah yang datang ke makam Sunan Muria .Dulu sebelum pandemi dagangannya laris karena peziarah yang datang ke Makam ribuan setiap harinya. Namun semenjak corona kawasan makam jadi sepi tak ada peziarah sehingga ia jarang jualan karena tak ada pembelinya.

” Ya mintanya pada pemerintah ya aturan PPKM dicabut kondisinya biar normal lagi biar kami kami penjual disini bisa dapat penghasilan yang lumayan seperti dulu. Ya hari ini sudah ada beberapa peziarah lokal yang datang ke tempat ini “,papar Umi.

Sementara iku Sokhib peziarah dari Jepara mengatakan,sudah lama ia tidak berziarah ke Makam Sunan Muria. Hari Minggu hari libur kantornya ia mengajak anggota keluarga dengan mobil pribadi ia ngalap berkah ziarah ke makam Sunan Muria.Selama perjalanan dari rumah hingga naik gunung tak ada kendala. Iapun bisa naik ke makam dengan jasa ojek dengan ongkos Rp 30 ribu PP.

” Saya warga masyarakat kasihan dengan pekerja dan pedagang yang mengais rezeki disini .Mbok segera PPKMnya dicabut sehingga kondisinya New Normal kembali. Tempat wisata buka lagi wisatawan bisa datang dari mana saja sehingga ekonomi jalan seperti dulu ” kata Sokib yang akrab dipanggil Mbah Sokhib di medsos FBnya

Sebagai warga ia berharap aturan PPKM diubah dan melihat kondisi daerahnya .Jika aman maka tempat tempat ekonomi warga masyarakat bisa dibuka kembali dengan normal seperti halnya tempat tempat wisata ziarah.Dengan dibukanya wisata ziarah ini akan membuat ekonomi kembali bergerak seperti dulu lagi.( Muin)