Madu Mongso siap jual dan proses membuatnya  ( Foto : FB Ahmad Fikri )

Demak –  Salah satu jajanan lebaran yang populer di daerah Demak adalah  Madumongso.  Makanan ringan yang penyajiannya dibungkus kecil kecil mirip permen buatan pabrik ini sudah sejak lama ada. Di perkirakan makanan ringan ini sudah ada jamanera kerajaan di Jawa Tengah. Sehingga keberadaannya sudah puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang lalu.

Makanan ringan ini ini bernahan dasar beras ketan lebih afdol jika beras ketan hitam. Setelah jadi rasanya asam asam manis dari hasil fermentasi antara ketan hitam yang dibuat tapai terlebih dahulu . Setelah proses fermentasi selesai kemudian tapai ketan tersebut ditambahkan bahan bahan lainnya . Ada yang dicampur dengan nanas , waluh tidak lupa ditambahkan gula dan penyedap rasa lainnya

“ Untuk pembuatannya seperti membuat dodol atau jenang. Dengan wajan yang besar kemudian diaduk aduk sampai dengan adonan mengental seperti jenang . Prosesnya membutuhkan waktu yang panjang setidaknya butuh waktu 3-4 jam bahkan lebih agar cita rasanya menonjol dan juga awet disimpan “, kata Ahmad Fikri pengrajin Madu mongso rasa waloh asal desa Jungsemi kecamatan Wedung Senin (3/5) 2021.

Setelah menjadi adonan yang liat mirip dengan jenang . Madu mongso yang telah matang ini kemudian dibungkus kecil kecil dengan plastic dan kertas minyak. Besarnya madu mongso ini seukurabn jadi orang dewasa dan panjangnya 2-3 cm.  Madu mongso ini setelah dibungkus mirip permen kemudian di kemas menurut selera. Mulai ukuran seperempat kilo , setengah kilo bahkan ada yang satu kilo atau lebih.

Madumongso ini menurut Fikri merupakan salah satu makanan khas yang disajikan diberbagai daerah setiap hari raya. Madumongso berasal dari kata madu dan mongso, dengan pengertian bahwa madu adalah cairan manis berasal dari tumbuhan dan mongso yang memiliki arti makanan juga bisa berarti musim atau waktu

“ Madumongso diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Kuno, biasanya makanan berada dalam lingkungan kerajaan dan disajikan dalam berbagai acara. Maknanya dalam madu mongso itu sendiri berdasarkan filosofinya yaitu saatnya kita mencicipi manisnya madu pada musim lebaran ini. Madu yang bisa digambarkan manisnya usaha atau perjuangan kita dalam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan mendapat kemenangan “, tambahnya . (Muin)