Jepara – Warga Desa Kedungmalang RT 05 RW 03 kecamatan Kedung bulan September ini sangat membutuhkn air bersih. Pasalnya air PDAM yang mengalir ke rumah mereka sudah dua bulan ini macet. Kebutuhan ir untuk mandi cuci mengandalkan sumur dangkal yang masih ada. Sedangkan untuk kebutuhan mask dan minum membeli dari lain RT yang PDAMnya masih menyala.

Melihat kondisi itulah ketika ada kiriman satu tangki air Bantuan DJP yng didistibusikan BPBD Jepara oleh perangkat desa langsung dibawa Ke RT 05 RW 03. Mobil tangki yang datang langsung di sambut suka cita oleh warga seraya menata tong tong plastic untuk di isi air. Meski harus mengangkut sendiri ke rumah mereka tampak senang dengan bantuan air bersih .

“ Alhamdulillah air habis ada mobil yang datang kalau terpaksa tak ada ya beli ke pedagang keliling atau beli ke rumah warga yang airny masih mengucur. Kalau dihitung ya sudah dua bulan ini warga sini kesulitan air bersih “, ujar Khariri warga desa Kedungmalng pada kabarseputarmuria.

Khariri mengatakan macetnya air PDAM dilingkungannya tidak hanya terjadi tahun ini saja. Penyebabnya ia tidak tahu setiap musim kemarau panjang hal ini pasti terjadi. Oleh karena itu jika musim kemarau tiba warg sudah menyiapkan tong tong plastic untuk menampung air bersih dari mobil tangki .

Khamim Perangkat desa Kedungmalang pada kabarseputarmuria mengatakan , desanya yang paling berdampak kekeringaan adalah kawasan Barat ada 6 RT yang terdampak kekeringan. Salah satu RT yang terparah adalah RT 05 RW 03 ,sehingga wilayah ini satu minggu sekali mendapatkan pasokan air dari tangki .

“ Contohnya hari ini ada air bersih bantuan dari DJP via BPBD Jepara langsung kita kirimkan ke wilayah sini . Dengan adanya air bersih ini warga terbantu karena tidak mengeluarkann uang untuk membeli air  “, tutur Khamim.

Bulan bulan ini wilayah Selatan Jepara memang berdampak kekeringan , sehingga air bersih menjadi barang yang langka dan dibutuhkan. Oleh karena itu mereka berharap bantuan air dari berbagai fihak agar kebutuhan air mereka tercukupi seperti biasanya. (Muin)