Demak РPetambak garam Demak yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung yang bergabung dalam Koperasi ROMA (Roda Bersama Abadi) selama 10 hari  (23/11-2/12)  mendapat Pendidikan dan Pelatihan tentang Pengawasan Produksi Garam Industri. Pelatihan diadakan PusDiklat Industri BPSDM Industri Kementrian Perindustrian.

Dr. Ir. Sudarto, MM Inovator Garam Indonesia yang merupakan inisiator Diklat mengatakan, Pelatihan ini sebagai tindak lanjut Pelatihan membuat garam Industri sebelumnya. Oleh karena itu peserta yang mengikuti tahap ini semuanya telah mempraktekkan cara membuat garam industri. Dari diklat ini diharapkan peserta ini menjadi Pengawas Produksi Garam Industri yang akan ditularkan kepada petambak garam lainnya.

” Di Demak ini ada yang namanya Perkumpulan Produksi Garam Industri dan mereka sudah bisa membuat garam standar industri dengan Na Cl lebih 95 persen. Kita berharap cara membuat garam mereka akan diikuti petambak garam yang lain. Jika semua petambak garam mau alih teknologi membuat garam industri maka kebutuhan impor garam kita akan berkurang banyak”, kata Dr Ir Sudarto, MM

Ditambahkan, dengan diklat Pengawas Produksi Garam Industri ini nantinya petambak garam bisa memeneg dirinya untuk membuat garam industri dengan baik mulai dari Tata Kelola lahan, Pengelolaan air muda, pengendalian air tua, Meja kristalisasi dan Panen dan Sistem Pergudangan dan pemasaran. Dengan lima pelatihan itu diharapkan petambak garam bisa membuat garam dengan kualitas Industri dan bisa memasarkan kepada dunia industri yang membutuhkan.

Pelatihan selama 10 hari tersebut dengan model pemaparan materi, curah pendapat dan diskusi kelompok. Metode pelatihan selain pemaparan teori dan juga praktek lapangan dilahan garam. Untuk praktek lapangan lebih dominan karena peserta adalah petambak garam yang langsung membuat garam setiap harinya.
Roisul Huda petambak garam yang juga pengurus Koperasi ROMA menyatakan terima kasih yang sebesar besarnya pada pak Sudarto yang tidak henti hentinya memberikan Pelatihan kepada anggotanya. Tahun 2019 ini anggotanya telah memproduksi garam standar industri hasil diklat dan setidaknya di gudang petambak ada 1.000 ton dengan kualitas garam industri dengan kandungan Na Cl lebih 95 persen. (Muin).