Jepara – Korban tenggelam di sungai SWD II desa Tedunan mbah Umi (70) warga desa Karangaji kecamatan Kedung kabupaten Jepara sampai matahari tenggelam Rabu (16/3) belum ditemukan, Meskipun Tim SAR gabungan Jepara dibantu warga setempat menyisir tempat pertama kali korban jatuh dan juga di dua tempat ┬áberbeda . Namun jazad korban belum muncul di dalam air.

Pencarian korban telah dilakukan semenjak korban dinyatakan hilang oleh keluarga Selasa malam . Berawal dari kebiasaan korban yang sering keluar rumah sendirian. Biasanya korban keluar rumah hanya seputaran desa Karangaji saja. Namun pada malam naas itu kondisi desa Karangaji dan sekitarnya mati lampu. Tiba-tiba korban yang biasanya di dalam kamar lepas pengawalan sehingga keluar tanpa diketahui anggota keluarga.

Sekitar pukul sepuluh malam ada kabar dari desa Tedunan bahwa korban sedang berjalan menuju sungai SWD II di desa Tedunan. Beberapa saksi yang melihat , korban kemudian terjatuh ke dalam sungai .  Beberapa warga mencoba lari untuk menolong korban namun karena posisi yang jauh korban telah terseret oleh arus sungai yang deras. Selanjutnya warga yang melihat melaporkan kondisi korban kepada fihak keluarga.

20160316_165251

20160316_122911

” Kondisi Mbah Umi sudah tua selain itu juga pikun. Namun kondisi fisiknya masih sehat bugar . Sehingga jika lepas pengawalan sering keluar rumah sendirian namun beberapa saat akan kembali ke rumah lagi. Dalam seharinya bisa beberapa kali keluar rumah :, kata Jalil karyawan konter Karangaji yang setiap hari melihat mbah umi lewat depan tokonya.

Setelah laporan keluarga korban masuk bagian informasi SAR Jepara , pagi harinya Tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS , Jepara Resceu , Bagana , Tagana , BPBD dan  juga SAR MUhammadiyah bahu membahu mencari korban. Berbagai cara diantaranya dengan turun menyisir lokasi dan sepanjang alur sungai , menarik dengan jangkar yang dikendaikan spedboot sampai dengan penyelamanan dengan bantuan oksigen. Namun sampai matahari terbenam korban belum ditemukan.

” Kita sudah berupaya maksimal dalam satu hari ini , teman-teman yang datang bergelombang pagi hari lelah digantikan siang hari , siang hari naik digantikan sore hari , namun korban masih belum kita temukan. Kalau tidak ada halangan pencarian secara bersama kita lakukan besok pagi “, kata Alba Muhammad Muhit dari SAR NU ( Bagana) pada kabarseputarmuria.com (Muin )