Sampai saat ini banyak perusahaan dari berbagai negara yang berlomba membuat vaksin Covid-19 dan diantaranya mendekati tahap akhir uji klinis vaksin Covid-19. Hal ini menjadi angin segar untuk pemulihan aktivitas di dunia yang masih dilanda wabah mengerikan dan memberikan dampak yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan ini. Lantas, perusahaan apa saja? Berikut ulasannya:

1. AstraZeneca Dari Inggris
AstraZeneca merupakan perusahaan pembuat calon vaksin Covid-19 yang bekerja sama dengan Oxford University. Vaksin ini dijanjikan akan segera tersedia. Pejabat eksekutif tertinggi dari perusahaan AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan, harga jual vaksin sekitar 2,5 euro atau USD 2,8 per vaksin. Jika tidak ada kendala, vaksin itu akan diproduksi pada akhir tahun atau lebih cepat dari perkiraan semula.


2. Sinovac Biotech Dari Tiongkok
Saat ini Sinovac telah menghasilkan vaksin untuk covid-19 yang diuji klinis di Indonesia, Brasil, dan Bangladesh. Sementara di Indonesia, Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma untuk menguji klinis tahap III vaksin covid-19 bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Kepala BPOM, Penny K. Lukito, uji klinis vaksin Sinovac di Bandung telah dimulai pada 11 Agustus 2020 dan semua relawan telah mendapat dua kali penyuntikkan. Saat ini semua relawan uji klinis sedang dalam pengamatan efek samping yang terjadi. Hal ini untuk melihat keamanan dan pemantauan efektivitas vaksin. Pengumuman dari hasil uji klinis vaksin Sinovac yang awalnya akan dilakukan pada Desember 2020, mundur menjad Maret 2021 mendatang.
3. Sinopharm Dari Tiongkok
China National Pharmaceutical Group alias Sinopharm berusaha meningkatkan kapasitas produksi vaksin covid-19 buatannya untuk menargetkan produksi 220 juta dosis vaksin per tahun. Kepala Grup Farmasi Nasional China, Liu Jingzhen mengatakan, vaksin kini sedang dalam tahap uji klinis ketiga dan yang terakhir. Vaksin akan mulai tersedia di pasaran akhir Desember setelah semua tahapan uji klinis rampung dan akan diproduksi sebanyak 220 juta dosis per tahun.

4. Moderna Dari Amerika Serikat
Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS), Moderna melaporkan, uji klinis tahap akhir telah dilakukan di Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Hasilnya, vaksin Covid-dari Moderna menunjukkan efektivitas 94% melawan virus Covid-19 dan tidak ada relawan yang mengalami efek samping parah. Selain itu, vaksin Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada tanggal 18 Desember

2020.
Keputusan ini diambil setelah hasil uji klinis vaksin Moderna tahap 3 terhadap 30.000 relawan menunjukkan efektivitas hingga 95 persen. Vaksin dari Moderna menjadi vaksin Covid-19 kedua yang sudah mendapatkan izin penggunaan di AS, setelah seminggu sebelumnya vaksin buatan Pfizer dan BioNTech memperoleh izin serupa.
5. Perusahaan Pfizer dan BioNTech
Perusahaan Pfizer asal Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Jerman BioNTech, mengumumkan hasil uji klinis vaksin buatannya terbukti efektif 90% untuk mencegah penyebaran Covid-19. Uji klinis vaksin yang sementara diberi nama BNT162b2 ini sudah dimulai sejak 27 Juli 2020 lalu. Kemanjuran vaksin corona yang dikembangkan Pfizer bersama perusahaan asal Jerman, BioNTech SE, menunjukkan hasil yang efektif di semua usia dan kelompok etnik sukarelawan. Vaksin Covid-19 ini pun menjadi vaksin pertama yang memperoleh izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.
Itulah perusahaan yang sudah tahap akhir membuat vaksin Covid -19. Bagi Anda yang ingin membaca berbagai berita seputar dunia kesehatan, Anda bisa menemukannya melalui aplikasi Halodoc. Bahkan, Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi kesehatan dengan dokter melalui aplikasi ini di rumah, sehingga Anda tidak harus keluar rumah.