Jepara – Musim penghujan telah separuh terlalui namun hal ini tidak berpengaruh pada harga garam krosok petani Jepara. Justru musim hujan tiba harga garam semakin ambruk. Musim hujan di gadang-gadang bisa meningkatkan harga justru semakin lama semakin ambruk.

Meskipun begitu petani garam masih menunggu terus harga membaik. Sehingga garam di dalam gudang masih dibiarkan tersimpan. Sedangkan untuk menutup kebutuhan harian mereka mengeluarkan tabungan atau memasukkan barang ke pegadaian. Mereka masih sayang akan garamnya dan berharap ada kenaikan harga.

“ Bayangkan mas dulu ketika panen raya harga garam per keranjang dengan berat sekitar 85 kilogram dihargai Rp 25.000. Namun sekarang  mereka para pengepul hanya berani membeli perkwintal hanya 20 ribu rupiah . Jadi harga panen sama harga sekarang lebih mahal ketika panen “, ujar Mujab pegaram yang menggarap kahan di desa Panggung kecamatan Kedung.

20160227_094012

Mujab sedang memperbaiki gudang garamnya

Mujab mengatakan , saat ini di gudangnya masih ada simpanan garam lebih 40 ton . Ketika panen raya garam-garamnya tidak di lepas semuanya. Ia berharap setelah disimpan dua sampai lima bulan ada kenaikan harga seperti tahun-tahun yang lalu. Namun meski saat ini sudah hujan bercampur angin namun kenaikan harga garam yang di tunggu-tunggu tidak datang.

Sementara itu Wakil Bupati Jepara Subroto ketika ditanya mengenai harga garam yang anjlok salah satunya kualitas garam petani masih  rendah. Kebutuhan garam industry masih banyak , namun demikian garam petani bisa masuk ke ranah industry. Oleh karena itu dia berharap petani terus belajar membuat garam dengan kualitas yang bagus.

“ Rendahnya harga garam petani karena kualitas garam petani Jepara ini masih rendah . Agar harga garam bisa naik maka petani harus mengusahakan peningkatan garam salah satunya dengan geo membrane. Namun demikian hasilnya belum begitu bagus karena warna belum putih bersih dan kandungan Na Clnya juga perlu ditingkatkan “, ungkap Subroto ketika mengadakan  kunjungan ke desa Kedungmalang Minggu (6/3) kemarin (Muin)