Jepara – Desa Kedungmalang kecamatan Kedung letaknya di pinggir pantai laut Jawa. Oleh karena itu desa ini tidak luput dari singgahnya pengelana dari negeri Persia untuk menyebarkan agama Islam. Bukti dari hal tersebut diatas adalah adanya peninggalan makam keramat di desa ini.
Sebenarnya di desa ini ada dua makam auliya , yang pertama di dukuh Krasak Malang atau Kedungmalang Timur. Yang satunya ada di belakang Balai desa Kedungmalang. Dari bukti fisik yang ada di komplek makam auliya sebelah barat ini ada tiga makam sama dengan yang di sebelah Timur.
Menurut Mbah Sukaimah juru kunci makam auliya Barat , yang sumare di makam ini adalah tiga orang. Yang pertama adalah Syeh Abdullah , sebelah istrinya dan yang sebelah Baratnya adalah pengawalnya. Makam ini di kenal sebagai makam mbah Duwok , dari kata Abdullah. Karena lidah orang jawa menyebutnya sebagai mbah Duwok.
Mbah Sukaimah mengatakan dulu yang menjadi juru kunci adalah suaminya mbah Manan. Namun setelah meninggal dunia ia yang mengambil peran. Jabatan juru kunci ia sandang karena anak laki-lakinya tidak mau di berikan tanggung jawab untuk merawat makam yang usianya sudah ratusan tahun.
“ Cerita embah saya dulu , makam mbah Abdullah ini di pinggir laut dan di tengah areal pertambakan. Namun karena perkembangan jaman sekarang sudah di tengah kampung seperti ini “, ujar Mbah Sukaimah pada kabarseputarmuria.com
Mbah Sulaimah mengatakan beberapa tahun yang lalu makam Mbah Abdullah setiap malam Jum’at Wage ada acara istighosah rutin yang dihadiri oleh Habaib. Namun setelah berjalan beberapa tahun acara rutin ini akhirnya tidak ada yang melanjutkan. Namun demikian setiap malam Jum’at makam ini tiada sepi dari peziarah.
“ Selain warga desa Kedungmalang sendiri , warga luar desa juga datang kemari untuk berziarah . Bahkan diantaranya ada yang kelebihan rejeki lalu membangun makam ini jadi lebih baik seperti ini “, lanjut mbak Sukaimah.
Dulunya pemakaman auliya Mbah Duwok ini belum ada rumah-rumahannya. Hanya makam yang dipagar bata mengelilinginya. Sehingga jika ada peziarah yang datang ke makam ini jika panas ya kepanasan . Jika hujan ya kehujanan. Semenjak di bangun rumah-rumahan peziarah jadi nyaman berziarah. Namun demikian lebih nyaman lagi jika di komplek makam ini ada MCK
Keramaian makam mbah Duwok ini ketika malam Jum’at Wage . Sehingga Kamis sore peziarah seputaran desa Kedungmalang datang ke makam ini untuk berdo’a dan mengaji di makam ini. Jika malam hari beberapa peziarah juga datang ke makam ini untuk bertirakat hingga fajar menjelang.
Khusus untuk Jum’at Pahing ibu-ibu jam’iyah Yasinan desa Kedungmalang datang ke tempat ini untuk melakukan kegiatan. Selain baca Yasin , tahlil mereka juga berdo’a bersama-sama. Selain sebagai perwujudan persatuan dan kesatauan antar warga juga diniatkan untuk berdo’a demi keselamatan dan kemakmuran desa.
Nah bagi pembaca yang ingin berziarah di makam ini bisa datang ke Makam Mbah Duwok ini adapun posisinya dalah belakang balai desa Kedungmalang. Jika anda sampai dibalai desa tinggal tanya warga terdekat. Anda akan ditunjukkan letak makam yang dikeramatkan warga desa Kedungmalang ini (Muin)