DEMAK – Panen raya garam di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Demak tidak hanya menjadi berkah bagi para petambak garam. Aktivitas tersebut juga membuka peluang penghasilan bagi para tenaga angkut garam yang setiap hari bekerja memindahkan hasil panen dari lahan tambak menuju gudang penyimpanan.

Memasuki musim panen raya, aktivitas pengangkutan garam terlihat semakin ramai. Para tenaga angkut harus bekerja sejak pagi untuk mengangkut garam yang telah dikumpulkan petambak di lahan menuju gudang atau tempat penimbunan.

Seperti terlihat di area tambak garam desa Tedunan kecamatan Wedung kabupaten Demak puluhan tenaga angkut setiap hari meancari rejeki . Dengan menggunakan motor yang dimodifikasi sekali jalan bisa membawa garam 3-4 zak dengan berat sekitar 50 Kg. Mereka bekerja muai pagi hingga sore hari

Ngadeso (40) salah satu tenaga angkut   garam mengatakan ,dalam satu kali perjalanan angkut garam menggunakan sepeda motor dengan muatan sekitar 3–4 zak, menyesuaikan kondisi kendaraan dan medan yang dilalui. Adapun upah upah pengangkutan yang diterima pekerja sekitar Rp5.000 per zak.

“ Kalau saya berangkat pasi sekitar pyukul 07.00 dan  pulang pukul 16.00  pendapatansaya   sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. Banyak sedikit penghasilan  tergantung jumlah muatan dan aktivitas pengangkutan “ kata Ngadeso pada kabarseputarmuria Rabu 23/9/2024

Bagi sebagian warga pesisir, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan musiman yang cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, pekerjaan sebagai tenaga angkut garam juga membutuhkan tenaga fisik dan harus dilakukan berulang kali di tengah kondisi cuaca panas.

Wilayah pesisir Demak, khususnya Kecamatan Wedung dan desa-desa sentra garam, menjadi salah satu kawasan yang aktivitas panennya meningkat saat musim kemarau. Garam hasil panen kemudian dikumpulkan di gudang untuk selanjutnya dipasarkan, baik untuk kebutuhan lokal maupun dikirim ke luar daerah.

Panen raya garam dengan demikian menggerakkan mata rantai ekonomi masyarakat pesisir. Bukan hanya petambak yang mendapatkan penghasilan, tetapi juga tenaga angkut, pemilik kendaraan, buruh gudang, hingga pedagang dan pelaku usaha yang terlibat dalam distribusi garam.

Bagi para tenaga angkut, semakin banyak garam yang dipanen berarti semakin banyak pula pekerjaan yang dapat dilakukan. Di tengah musim panen raya, mereka menjadi bagian penting dalam memastikan hasil produksi garam dari tambak dapat segera masuk ke gudang dan siap dipasarkan.

Laporan: Pak Muin – Jurnalis Kabarseputarmuria
Kabarseputarmuria.com