Kemujan, Karimunjawa — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menggelar edukasi anti-bullying di SDN 1 Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh siswa kelas 3 dan 6 sebagai bagian dari program kerja KKN untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying sejak dini.

Kegiatan diawali dengan ice breaking berupa menyanyikan lagu bertema anti-bullying. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan siswa yang turut mengikuti kegiatan secara aktif. Setelah ice breaking, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya di lingkungan sekolah.

Saat menyampaikan materi, Vika menjelaskan kepada siswa bahwa bullying tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan secara fisik. Menurutnya, perkataan maupun tindakan yang membuat seseorang merasa sedih, takut, tertekan, atau tidak nyaman juga dapat termasuk dalam tindakan bullying.

“Bullying bukan hanya tentang memukul atau menyakiti secara fisik, tetapi juga bisa berupa perkataan atau tindakan yang membuat teman merasa sedih dan tidak nyaman,” jelas Vika.

Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa juga mengajak siswa untuk lebih peka terhadap perilaku di lingkungan sekitar serta memahami pentingnya saling menghargai dan tidak menyakiti teman.

Pada pukul 09.00 WIB, kegiatan dihentikan sementara karena memasuki waktu istirahat. Setelah waktu istirahat selesai, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus mendorong mereka agar berani berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.

Untuk meningkatkan antusiasme siswa, mahasiswa memberikan reward kepada peserta yang berani menjawab pertanyaan. Elda menjelaskan bahwa pemberian penghargaan tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk mendorong keberanian siswa dalam mengikuti kegiatan.

“Siapa yang berani menjawab pertanyaan dari kakak, nanti akan mendapatkan reward,” ujar Elda kepada para siswa.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Sejumlah siswa terlihat antusias mengangkat tangan dan mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan. Siswa yang mampu menjawab mendapatkan reward sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan edukasi anti-bullying tersebut juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN UNWAHAS dan UNDARIS. Perwakilan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut turut membantu selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan ketiga perguruan tinggi menjadi bentuk kolaborasi dalam pelaksanaan KKN di Desa Kemujan.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa KKN UNISNU berharap siswa dapat mengenali tindakan bullying sejak dini dan memahami bahwa tindakan tersebut dapat memberikan dampak negatif bagi korban maupun lingkungan sekolah. Selain itu, siswa diharapkan berani melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami atau melihat tindakan bullying.

Edukasi anti-bullying ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai, menjaga perasaan teman, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.