Jepara – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Tahunan mengadakan sosialisasi bertema “Edukasi Masyarakat Mengenai Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sanitasi yang Baik” di Balai Desa Tahunan pada Minggu, 09 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan penerapan sanitasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya perwakilan PKK, anggota Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta perwakilan ibu-ibu dari masing-masing RW di Desa Tahunan.

Kehadiran peserta menunjukkan perhatian masyarakat terhadap persoalan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di tingkat rumah tangga.

Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ibu Dosen Pendamping Lapangan (DPL), serta Petinggi Desa Tahunan yang turut memberikan arahan sebelum kegiatan memasuki sesi utama.

Dalam kegiatan tersebut, Gunawan Mohammad, S.T., M.T. hadir sebagai narasumber dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, tetapi harus dimulai dari proses pemilahan di rumah.

“Membuang sampah pada tempatnya ternyata bisa menjadi akhlak yang buruk kalau sampahnya masih dicampur. Kita harus bisa memilah sampah dari rumah, mulai dari sampah organik, anorganik, dan residu. Sebelum mengolah, kita harus bisa memilah,” ujarnya.

Menurut Gunawan, pemilahan merupakan tahapan awal yang penting sebelum sampah mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami karakteristik sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga agar pengelolaannya dapat dilakukan dengan tepat.

“Sampah organik, seperti sisa makanan dan bahan yang mudah terurai, dapat dipisahkan dari sampah anorganik yang memiliki potensi untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Sementara itu, sampah residu perlu ditempatkan secara terpisah karena tidak semua jenis sampah dapat dimanfaatkan kembali,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, narasumber juga mengaitkan pengelolaan sampah dengan penerapan sanitasi yang baik. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, dan memperhatikan kondisi sanitasi rumah tangga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

 

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait persoalan sampah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.

Gunawan Mohammad menanggapi berbagai pertanyaan peserta dengan memberikan penjelasan mengenai pentingnya perubahan kebiasaan dalam pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Menurutnya, upaya pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara bersama-sama.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kelompok KKN Desa Tahunan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk tidak hanya memahami persoalan sampah, tetapi juga menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga sanitasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya edukasi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga melalui langkah sederhana berupa pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan sanitasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan Desa Tahunan yang lebih bersih dan sehat.