DEMAK – Jembatan di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat, mulai mendapatkan penanganan melalui pembangunan jembatan baru pada tahun 2026.
Pembangunan tersebut menjadi kabar baik bagi warga Babalan dan sekitarnya dan juga bagi pengendara dari Jeparak e Semarang atau sebaliknya , mengingat jembatan lama mengalami kerusakan dan selama ini lalu lintas tidak lancar.
Sosialisasi pembangunan jembatan dilaksanakan pada 1 Juli 2026 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Demak bersama pihak Kecamatan Wedung, serta dihadiri perwakilan Koramil dan Polsek Wedung. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026.
Jembatan Baru Panjang 30 Meter
Berdasarkan informasi dari Kecamatan Wedung, jembatan baru tersebut direncanakan memiliki panjang 30 meter dengan lebar 5 meter. Desain pembangunan juga dibuat agar tidak sampai menyebabkan penggusuran rumah warga.
Anggaran untuk renovasi total dan pembangunan ulang Jembatan Babalan di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, menelan biaya sebesar Rp9,613 miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Demak.
Pembangunan ini diharapkan dapat menggantikan kondisi akses lama yang sudah tidak memadai sekaligus memberikan jalur yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyatakan komitmennya untuk membangun jalan dan jembatan di Desa Babalan. Infrastruktur tersebut dipandang strategis karena menjadi bagian dari jalur alternatif yang menghubungkan Demak–Jepara.
Janji Gubernur Dipenuhi Jalur Strategis untuk Ekonomi Warga Perbatasan
Gubernur Jawa Tengah saat itu menyebut wilayah Babalan memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan Jepara. Jalur tersebut tidak hanya penting untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi seperti perikanan, garam dan kegiatan ekonomi lainnya.
Bagi masyarakat Babalan, keberadaan jembatan menjadi kebutuhan penting. Kepala Desa Babalan juga menyambut pembangunan tersebut karena akses ini merupakan salah satu jalur terdekat yang menghubungkan wilayah Demak dan Jepara.
Dengan pembangunan jembatan baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2026, warga berharap akses transportasi semakin lancar, aktivitas ekonomi meningkat, dan keterhubungan wilayah pesisir Demak dengan Jepara semakin terbuka.
Jembatan baru bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjadi harapan baru bagi kelancaran transportasi dan perekonomian warga Desa Babalan.
Jepara – Semarang alih Jalur lalu lintas
Dengan adanya renovasi jembatan ini ada pengalihan arus lalu lintas dari Jepara – Semarang atau sebaliknya . Saat ini jika pengendara dari kota Jepara Semarang ,dari Jepara langsung arah Semat kemudian Lanjut Kedungmalang setelah itu menyeberang ke desa Kedungmutih. Setelah itu yang biasanya lewat Babalan dialihkan ke desa Mutih Kulon selanjutnya arah desa Bungo Kemudian masuk desa Wedung. Setelah dari Wedung lanjut kota Demak – lanjut Semarang. Sedangkan untuk dari Semarang ke Jepara rute diatas sebaliknya. (Pak Muin)