Karimunjawa, 7 Agustus 2026 — PasArt Budaya Karimunjawa digelar di Bukit Jatikerep, Karimunjawa, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya serta stan kuliner bagi masyarakat dan pengunjung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penataan lokasi, pengecekan properti dan kesiapan peserta, serta gladi resik. Pada sore hari, panitia melanjutkan persiapan panggung budaya dan penataan stan kuliner sebelum acara utama dimulai.
Memasuki malam hari, pertunjukan diawali dengan Dolanan Gambang yang dibawakan anak-anak paguyuban, Kebo Giro dari budaya Jatilerup, dan Kodok Ngorek. Acara kemudian dilanjutkan dengan promosi Kepala Pasar serta selayang pandang PasArt Budaya Karimunjawa.
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan adalah Tari Kipas Pakarena. Sebelum penampilan, MC menjelaskan mengenai asal-usul dan makna tarian tersebut.
“Tari Kipas Pakarena adalah tarian tradisional asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang menggunakan kipas sebagai properti utama, melambangkan kelembutan perempuan, serta menceritakan siklus kehidupan manusia dan perpisahan antara penghuni khayangan dengan bumi,” jelas MC.
Setelah itu, pertunjukan dilanjutkan dengan Performance Sampah Kiriman oleh Satu Dara, Tari Nayun Senak dari Suku Jawa, Pencak Silat Tantak Majenh dari Suku Madura, serta Tari Ngingkinda Pamamia Dayah dari Suku Bajo. Penampilan kemudian dilanjutkan dengan Tari Pa’balu Bau dan Angaru’ dari Suku Bugis.
Salah seorang pengunjung, Putri, mengatakan bahwa PasArt Budaya merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Bukit Jatikerep, Karimunjawa.
“Setahu saya, ini memang acara tahunan yang diadakan setahun sekali di Bukit Jatikerep, Karimunjawa,” kata Putri.
Rangkaian PasArt Budaya Karimunjawa kemudian ditutup dengan penampilan Senandung Malam. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya di kawasan Bukit Jatikerep.