JEPARA – Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, kembali menghadapi krisis air bersih pada musim kemarau tahun 2026. Kondisi ini menyebabkan ratusan kepala keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Kelangkaan air bersih terjadi karena pasokan air dari PDAM belum mengalir secara normal ke wilayah desa. Akibatnya, warga harus menampung air saat aliran PDAM menyala dan mengandalkan bantuan dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Jepara.
Berdasarkan data BPBD, sekitar 870 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. Prioritas bantuan diberikan kepada wilayah yang mengalami kesulitan paling parah, dengan distribusi air dilakukan beberapa kali setiap pekan menggunakan mobil tangki.
Selain BPBD, berbagai pihak turut memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat, termasuk Polres Jepara yang menyalurkan ribuan liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.
Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan air bersih yang hampir setiap tahun terjadi di Desa Kedungmalang tidak terus berulang. Mereka menginginkan distribusi air PDAM lebih lancar serta pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.