Jepara – Komisi B DPRD Jepara Selasa 4/8/2026 bersama instant terkait yaitu DKPP ,Disperindag mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi Ketahanan Pangan dan Produktifitas Pertanian. Kegiatan di gelar di Balai Desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara .

Hadir Tim komisi B DPRD Jepara diantaranya H.Chairul Anwar ,S Sos,M. Latifun ,M. Achlis F,H. Moh. Adib ,Sandi Hertanto , Nur Osel Kahisa. Selain itu hadir pula dinas instansi terkait diantaranya pejabat dari DKPP , Depperindag dan BPBD Jepara. Dari unsur Pemdes Tedunan hadir Petinggi  Desa Miftahul Khobid segenap perangkat desa . Selain itu Hadir pula BPD tokoh masyarakat dan juga perwakilan petani.

Petinggi desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara memaparkan , terkait infrastrukur pertanian ada banyak permasalahan di desanya. Salah satunya ada saluran pertanian yang terkait dengan desa tetangga. Dimusim kemarau area persawahan kurang air karena saluran air sudah habis di desa lain. Sedangkan jika musim hujan area persawahannya sering kebanjiran karena saluran air yang dangkal . Selain itu banyak bangunan bendungan dengan pintu air kecil yang menyumbat jalannya air.

“ Persoalan air untuk pengairan pertanian di desa kami banyak persoalan yang harus di bahas bersama dengan desa lain. Kami mohon dengan adanya acara hari ini bisa menuntaskanpermasalahan pertanian di desa kami . Tentang gotong royong warga desa kami resik resik sungai sudah kami lakukan secara berkala “,kata Miftahul Khobid.

Sementara itu Jazeri perwakilan petani mengatakan persoalan pertanian di desa Tedunan adalah permasalahan banjir jika musim penghujan . Setiap musim penghujan sungai Kaligawe sering airnya meluap . Bahkan tahun 2025 kemarin ada tanggul jebol sehingga menghancurkan tanaman padi. Selain itu jalan pertanian juga rusak pel pel beton untuk jalan kocar kacir terbawa arus.

“ Ibarat makan tinggal “muluk” saja namun karena banjir datang tiba tiba . Padi yang siap panen morat marit dibawa air banjir keuntungan di depan mata akhirnya menjadikan kerugian bagi petani. Itu semua kami rasakan setiap tahun. Mohon adanya pengerukan sungai yang dangkal “, kata Jazeri dihadapan Tim komisi B.

Hal sama juga dikatakan Rosyad , untuk meningkatkan hasil pertanian infrastuktur pertanian khususnya saluran air perlu diperhatikan banyak saluran air dangkal dan pintu pintu air tidak berfungsi. Adanya bendungan bendungan tanah liar yang dibuat untuk menghambat atau menutup jalannya iar ke saluran pertanian desa Tedunan.

“ Kami mohon untuk bendungan bendungan liar itu di tertibkan karena petani Tedunan sulit mendapatkan air karena di hulu di bendung desa lain . Padahal statusnya itu saluran air umum yang siapapun bisa memanfaatkan . Namun karena sudah di bendung petani desa kami kekurangan air “, pinta Rosyad.

Menjawab keluhan para petani tersebut diatas Chairul Anwar juru bicara Komisi B yang hadir di desa Tedunan mengatakan , memang banyak persoalan terkait pengelolaan lahan pertanian. Diantarnya terkait Sungai ,  saluran air dan juga yang lainnya . DPRD Jepara khususnya komisi B akan memperjuangkan semua aspirasi dari petani agar petani sejahtera.

“ Terkait itu semua kami berharap kerjasama yang baik semua petani di desa Tedunan. Kami akan inventarisir semua permasalahan yang ada di desa Tedunan ini terkait pengelolaan lahan pertanian. Setelah terkumpul akan kami bahas bersama untuk solusinya. Mudah mudahan secepatnya terealisasi “, kata Chairul Anwar dari partai PKS

Hal sama dikatakan Latifun dari Partai Demokrat , Sungai dan  saluran air pertanian di desa Tedunan tentunya ada yang berwenang  sehingga perlu inventarisasi. Sehingga ketika diadakan penanganan lapangan tidak tumpeng tindih terkait anggaran . Untuk memormalisasikan saluran tentu butuh anggaran.

“ Terima kasih masukannya ke depan akan kita koordinasikan dengan semua intansi terkait agar permohonan petani di desa Tedunan ini bisa terealisasi yang berdampak pada peningkatan ketahanan angan dan juga kesejahteraan petani di desa Tedunan”, imbuh Latifun. (Pak Muin)