Demak, 8 Juni 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan program kerja bertajuk “Taman TOGA Smart Garden” di Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 6–8 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di halaman Balai Desa Buko sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.

Program Taman TOGA Smart Garden merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menggabungkan konsep penghijauan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam program ini, mahasiswa KKN tidak hanya melakukan penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga, tetapi juga memberikan informasi mengenai manfaat dan cara pengolahan tanaman tersebut melalui media edukatif yang mudah dipahami masyarakat.
Berbagai jenis tanaman obat ditanam di area taman, di antaranya jahe, kunyit, kencur, serai, lidah buaya, temulawak, dan daun sirih.

Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat kesehatan yang cukup banyak serta mudah dibudidayakan oleh masyarakat di lingkungan rumah masing-masing.

Koordinator KKN Desa Buko menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi yang menunjukkan masih minimnya pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya tanaman obat keluarga.

Padahal, keberadaan TOGA dapat menjadi solusi alternatif dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus mempercantik lingkungan.
“Melalui Taman TOGA Smart Garden ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar mereka. Selain mudah ditanam, tanaman-tanaman ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sehingga dapat mendukung pola hidup sehat di tingkat keluarga,” ujarnya.

Pelaksanaan program dimulai dengan kegiatan pembersihan dan penataan lahan di halaman Balai Desa Buko. Selanjutnya, mahasiswa bersama perangkat desa dan warga melakukan penanaman bibit tanaman obat yang telah disiapkan. Agar taman terlihat lebih menarik dan informatif, mahasiswa juga membuat papan nama tanaman beserta keterangan manfaatnya sehingga masyarakat dapat mengenali setiap jenis tanaman yang ada.

Kepala Desa Buko menyambut baik program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo tersebut. Menurutnya, keberadaan Taman TOGA Smart Garden tidak hanya memberikan nilai estetika bagi lingkungan balai desa, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Taman TOGA ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mulai menanam tanaman obat di pekarangan rumah masing-masing. Selain itu, lingkungan balai desa juga menjadi lebih asri dan nyaman,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat selama proses pelaksanaan kegiatan. Warga yang hadir turut membantu penanaman dan memberikan masukan terkait jenis tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional di Desa Buko.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan program agar taman dapat terus dirawat setelah masa KKN berakhir.

Salah seorang warga Desa Buko, Ibu Safira, mengaku senang dengan adanya taman tersebut. Menurutnya, keberadaan tanaman obat keluarga sangat membantu masyarakat, terutama untuk kebutuhan kesehatan ringan sehari-hari.

“Biasanya kami hanya tahu beberapa tanaman seperti jahe dan kunyit. Setelah dijelaskan oleh mahasiswa, ternyata banyak tanaman lain yang memiliki manfaat kesehatan. Semoga taman ini bisa terus dirawat dan menjadi inspirasi bagi warga untuk menanam TOGA di rumah,” tuturnya.

Selain sebagai sarana edukasi kesehatan, Taman TOGA Smart Garden juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Penanaman berbagai jenis tanaman hijau dapat membantu menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman, sekaligus memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi singkat mengenai manfaat tanaman obat keluarga dan cara perawatannya. Sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan budidaya TOGA secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Walisongo menyampaikan bahwa program berbasis pemberdayaan masyarakat seperti Taman TOGA Smart Garden diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Mahasiswa hadir bukan hanya untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga untuk membangun kesadaran dan memberdayakan masyarakat. Kami berharap Taman TOGA Smart Garden ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon edukasi kesehatan di Desa Buko,” katanya.

Melalui program Taman TOGA Smart Garden, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli lingkungan.

Keberadaan taman ini diharapkan menjadi warisan positif yang dapat terus dimanfaatkan oleh warga Desa Buko sebagai sarana edukasi, penghijauan, dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat,

Taman TOGA Smart Garden menjadi bukti bahwa langkah sederhana seperti menanam tanaman obat dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya desa yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.