Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-REG) ke-86 UIN Walisongo Semarang Posko 10 melakukan kunjungan dan wawancara ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Sabtu (9/5/2026) sampai Kamis (14/5/2026).
Sebanyak 15 mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan kunjungan dan wawancara yang bertujuan untuk mengenal dan mendapatkan informasi secara langsung bagaimana kondisi UMKM serta wawasan para pelaku usaha mengenai digitalisasi marketing di Desa Bantengmati.
Program ini menggali data pada pemahaman pelaku usaha mengenai pemasaran digital dengan diikuti pendaftaran titik lokasi usaha melalui Google Maps.
Mahasiswa mengunjungi pada 6 bidang UMKM di Desa Bantengmati yang meliputi jual beli bawang merah, meubel, sembako, kuliner, jamu, dan jasa penggilingan padi.
Mahasiswa menerapkan metode observasi, wawancara, serta diskusi partisipatif bersama pelaku UMKM untuk menggali potensi dan kendala yang dialami.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN REG-86 Posko 10, Sandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kunjungan.
“Mahasiswa mengikuti kegiatan ini untuk memahami bagaimana peluang dan kendala yang terjadi di lapangan serta dapat dijadikan sebagai penelitian untuk output KKN dari informasi yang diperoleh,” ujarnya.
Berdasarkan hasil kunjungan dan wawancara pelaku UMKM terdapat salah satu pelaku usaha, yakni Pecel Horog-Horog Viral . UMKM tersebut menunjukkan pemahaman digital marketing yang baik dengan memahami bagaimana peluang dari pengembangan inovasi pemasaran digital.
Pada kegiatan ini mendapat respons positif dari salah satu pelaku UMKM, yakni Ibu Khomimah pemilik Pecel Horog-Horog Viral. Beliau menjelaskan bahwasanya mahasiswa membantu dalam pengenalan digital marketing untuk pemasaran yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kegiatan tersebut membantu dalam strategi promosi digital market terkhusus pada pembuatan lokasi usaha di Google Maps,” ujarnya.
Hasil kunjungan dan wawancara menunjukkan bahwasanya sebagian besar pelaku UMKM Desa Bantengmati menghasilkan persaingan pasar dengan produk berkualitas diikuti strategi pemasaran yang baik.
Sebagaimana yang terjadi di lapangan mahasiswa menemukan beberapa kendala yang dialami oleh pelaku usaha, seperti keterbatasan modal, keterbatasan tenaga kerja, letak geografis, pemasaran yang mayoritas offline, serta belum optimalnya pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital.
Dengan adanya kegiatan kunjungan dan wawancara mahasiswa menilai UMKM Desa Bantengmati memiliki potensi besar untuk berkembang mengikuti inovasi produksi dan pemasaran digital.
Atas hal itu, Mahasiswa KKN REG-86 UIN Walisongo Semarang merencanakan membuat sosialisasi dan pelatihan digital marketing diikuti dengan monitoring yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital marketing dalam mendukung pengembangan usaha pada era modern di Desa Bantengmati.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat hal tersebut diharapkan dapat membantu UMKM Desa bisa berkembang lebih dengan mandiri dan kompetitif melalui inovasi pemasaran digital marketing pada persaingan di pasar regional maupun nasional.