Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan edukatif ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan limbah bulu ayam menjadi pakan ternak di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Kunjungan tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026 jam 15.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung inovasi pengelolaan limbah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pemanfaatan bulu ayam sebagai bahan pakan sendiri diketahui memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan baku pakan ternak.
UMKM inovatif tersebut saat ini dikelola oleh Muhammad Nur Zidan, seorang pemuda yang berhasil mengembangkan usaha pengolahan limbah ini.
Usaha ini awalnya dirintis oleh sang ayah sejak tahun 2019 sebelum masa pandemi Covid-19, di mana sang ayah pertama kali diajari oleh temannya mengenai cara pengolahan tersebut. Ide usaha ini muncul dari keprihatinannya terhadap banyaknya limbah bulu ayam di pasar pembubutan ayam yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Zidan, pengolahan limbah menjadi produk produktif merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Bulu ayam sering dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai. Padahal, jika diolah dengan baik, limbah ini dapat menjadi sumber pakan ternak yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Saya berharap usaha ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi permasalahan lingkungan,” ujar Muhammad Nur Zidan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN memperoleh penjelasan mengenai proses produksi yang dilakukan secara bertahap. Zidan menjelaskan bahwa dari pihak UMKM miliknya hanya menyiapkan bahan mentah dalam wujud bulu ayam kering yang diambil dari pasar pembubutan.
Setelah dikeringkan, bulu ayam tersebut dikirim ke pabrik penggilingan yang berada di daerah Rembang untuk diproses menjadi tepung.
Sebelum digiling menjadi tepung, bulu ayam harus melewati proses pengovenan terlebih dahulu di pabrik Rembang tersebut. Setelah dioven, bulu ayam langsung digiling untuk dijadikan tepung bulu ayam dan siap dikirim ke berbagai pabrik pembuatan pakan burung, ayam, dan ternak lainnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa juga berdiskusi mengenai tantangan usaha, peluang pasar, serta strategi pengembangan UMKM berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Koordinator mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa untuk memahami praktik kewirausahaan berbasis lingkungan yang berkembang di masyarakat.
Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan aspek kebersihan lingkungan, melainkan juga dapat menjadi sumber penguatan ekonomi lokal.
Salah satu mahasiswa KKN juga menambahkan bahwa UMKM ini merupakan contoh nyata penerapan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini dapat diubah menjadi produk yang bernilai tinggi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mengembangkan inovasi usaha berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Selain meningkatkan nilai ekonomi, langkah tersebut juga dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kunjungan ini pun menjadi bagian dari upaya nyata mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkenalkan berbagai potensi usaha lokal yang layak untuk terus dikembangkan di tengah tantangan pengelolaan limbah dan kebutuhan pembangunan ekonomi desa.