JEPARA – Warga desa Kedungmalang RT 1 RW 2 Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Kedungmalang, Selasa (5/5).Peristiva yang viral di medsos ini baru terjadi kali pertama di desa nelayan ini.
Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah video singkat beredar luas melalui akun Facebook @Group Info Seputar Jepara Terupdate dan juga akun face book lain yang memicu berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut dan mengecam dugaan tindakan pembuangan bayi yang baru dilahirkan. Sumpah serapah banyak terlontar dari komentar komentar yang ada dalam media sosial
Kemudian kabarseputarmuria mendatangi lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari area tambatan perahu nelayan setempat. Di lokasi tersebut, warga masih terlihat berkumpul sambil menunggui kardus yang berisi mayat bayai terbungkus kain berwarna biru membiru
Hadir di tempat itu Petingggi desa Kedungmalang Mustafiatun yang menunggui warga dan juga mayat bayi sebelum Tim kesehatan dari Puskesmas Kedung 2 dan juga petugas dari Polsek Kedung dan Polres Jepara,
“ Mayat bayi sudah diangkat warga dari TKP itu pak yang dirubung warga dalam kardus . Saya dilapori pak RT saya langsung kesini ini tunggu Tim kesehatan dan Kepolisian “, kata Mustafiatun pada kabarseputarmuria
Lalu siapakah sosok warga yang mengangkat mayat bayi pertama kali ? Namanya ibu Muzaenah (74), warga yang menangani langsung temuan tersebut, mengungkapkan bahwa awalnya bayi ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain layang-layang di sekitar sungai. Mereka kemudian memberitahukan kepada dirinya.
Ia mengaku sempat ragu dan mengira benda yang ditemukan adalah bangkai hewan. Namun setelah dilihat lebih dekat, ternyata jasad bayi manusia.
“Bocah sanjang ono bayi, terus tak tutake, tak pastike bayi uwong utowi kewan, kok mengkurep? (Anak-anak bilang ada bayi, kemudian saya lihat, tak pastikan itu bayi atau hewan, karena waktu itu bayinya tengkurap),” terangnya yang disitir dari media Joglo Jateng saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/5).
Menurut Muzaenah, di duga jasad bayi awalnya berada di aliran Sungai SWD 2 Kedungmalang sebelum akhirnya terbawa arus hingga mendekati daratan. Ia kemudian mengangkat jasad tersebut.
Dari kondisi fisik, bayi diduga baru dilahirkan karena masih terdapat tali pusar dan berjenis kelamin laki-laki.“Jasad bayinya masih utuh, masih ada tali pusarnya. Dan ternyata laki-laki,” terangnya.
Sempat diingatkan oleh tetangganya agar tidak menyentuh jasad tersebut karena khawatir berurusan dengan pihak berwajib, Muzaenah tetap memilih menolong. Ia mengaku tidak takut karena merasa tidak melakukan kesalahan.
“Yowes keno polisi elah, pakate orak nyolong, dihukum yowes. (Tidak urusan, kena polisi tidak apa-apa. Yang penting saya tidak mencuri, dihukum ya sudah),” paparnya.
Setelah diangkat, jasad bayi kemudian dibungkus menggunakan kain seadanya sebelum dimasukkan ke dalam kardus dan diletakkan di sebuah gubuk di tepi jalan sambil menunggu petugas datang.
“Langsung dibawa polisi waktu itu,” ujarnya.
Muzaenah juga mengaku menggelar doa sederhana sepulang dari lokasi dan memberi nama bayi tersebut sebagai bentuk penghormatan.
“Walaupun sudah meninggal, tetap harus saya kasih nama,” ujarnya.
Selanjutnya, jasad bayi dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.