Demak – Sudakl lebih 2 minggu di bulan Januari 2026 ini nelyan Demak yang tionggal di seputaran kecamatan Wedung tak melaut. Laut yang berombak hujan deras disertai angin besar memaksa untuk istirahat atau kerja serabutan yang lain.

Namun hari Senin 19/1 /2026 cuaca agak reda sehingga nelayan di desa Kedungkarang kecamatan Wedung dan sekitarnya mencoba untuk ke laut karena cuaca cerah dan ombak berkurang. Tidak semua nelayan namun hanya kurang dari separuhnya.

Ketika mereka pulang hasilnya luar biasa membuat kegembiraan tersendiri bagi istri nelayan yang menjemput suaminya di tambatan perahu. Suami suami mereka pulang dengan hasil ikan yang cukup banyak .

“ Alhamdulillah baru  hari  ini bisa miyang dan hasilnya banyak , selain ikan cumi yang erbanyak ada udang dan ikan yang lain “, kata mbak Yah istri nelayan warga Karangsambung desa Kedungkarang Senin sore .

Di depan rumahnya tertata leb ih dari lima ember ember besar yang berisi aneka ikan mulai dari ikan cumi cumi atau Nus , Udang , gurita dan ikan rucah lain. Tetangga kanan  kiri membantu untuk memilah milah ikan sesuai jenis dan besarnya.

“ Kalau ikan cumi seperti ini ukuran sedang harga di pasar Rp 60-70 ribu  , kecil Rp 30-40 ribu sedangkan yang besar diatas Rp 70 ribu. Untuk udang juga sama mulai harga Rp 40 ribu – 90 ribu perkilonya “, tambah mbak Yah.

Ikan ikan yang diperoleh siang hari tidak langsung di jual di pasar namun baru keesokan harinya. Penjulan ikan perolehan biasanya di jual di pasar ikan desa Kedungmutih kecamatan Wedung. Selain itu ada satu atau dua orang yang beli langsung ke rumah .

Dalam satu bulan ini suaminya hanya miyang beberapa hari saja . Sehingga hasil pada hari inio bisa untuk menutup pengeluaran ketika tidak miyang karena laut berombak. Jika butuh uang biasanya gadai perhiasan emas , atau pinjam ke tetangga  kanan kiri.

“ Ya begitulah kehidupan nelayan kalau nggak miyang ya cari pinjaman ke tetangga .Kalau tidask ada yang gadai perhiasan emas ke Koperasi di Pasar Baru desa Kedungmutih “, tutup mbak Yah. ( Pak Muin)