Program MBG sudah berjalan hampir setahun namun dalam perjalanannya tidak mulus, Berbagai kendala di hadapi oleh SPPG ( Satuan  Penyedia Pelayanan Gizi ) atau lazim disebut dapur MBG.  Kendala kecil misalnya distribusi yang belum merata adapun kendala besar soal keracunan.

Namun demikian berbagai kendala tersebut bisa diatasi sehing program ini berjalan terus hingga tahun 2026 ini. Puluhan SPPG sudah dibangun ratusan ribu lapangan pekerjaan sudah dibuka. Selain itu jutaan siswa juga sudah menerima meski Trilyunan rupiah uang sudah dikeluarkan negara.

Segala permasalahn yang menyangkut MBG ini sudah bisa diatasi oleh BGN dengan membuat peraturan . Peraturan ini dibuat agar pelaksanaan MBG ini tepat sasaran dan mendapat dukungan sepenuhnya oleh rakyat terutama para penerima program.Dalam rangka keberlangsungan program yang digagas Presiden Prabowo.

Informasi yang terakhir  di dapatkan agar warga masyarakat bisa langsung mengawasi progam MBG ini. Setiaap SPPG diperintahkan untuk menginformasikan menu MBGnya tidaknya jenisnya dan nilai gizi . Namun harga makanan juga disertakan untuk tranparansi.

Dengan adanya harga dalam menu tersebut warga bisa langsung menghitung sendiri terkait anggaran yang dikeluarkan negara khusunya untuk makanan yang dikirim ke mitra peneriman. Sehingga semua kalangan bisa menghitung apakah anggaran itu sudah layak atau tidak.

Informasi yang telah dipahami warga  masyarakat bahwa menu MBG di bagi Porsi kecil dan Porsi besar. Adapun anggaran yang dikeluarkan negara adalah sebesar Rp 15 ribu untuk porsi besar dan Rp 13.000 untuk porsi kecil. Anggaran tersebut yang Rp 5.000 untuk Operasional dll sehingga perporsi tinggal Rp 8.000 porsi kecil dan Rp 10.000 porsi besar.

Dari hitungan tersebut yang fit untuk MBG yang langsung dinikmati oleh penerima  adalah Rp 8.000 porsi besar dan Rp 10.000 porsi kecil . Dengan adanya peraturan diatas tentunya SPPG bisa menjalankan tapa kendala. Berbagai macam jenis makanan bisa diberikan sesuai nilai gizi yang diwajibkan untuk setiap jenjang..

Namun pada pelaksanaan masih banyak ditemui kendala  yang terkait transparansi harga. Banyak SPPG yang dinilai oleh masyarakat belum menjalankan aturan yang terkait harga menu yang diberikan. Warga masyarakat menilai harga yang ditentukan oleh SPPG lebih tinggi dengan harga pasaran umum.

Akibatnya banyak protes dan kritikan di media sosial terkait dengan hal tersebut. Setiap hari di media sosial terunggah gambar gasmbar menu MBG yang dinilai warga tidak layak berdasarkan harga. Akibatnya beberapa unggahan tersebut banyak dipermasalahkan oleh SPPG bahkan ada yang sampai ke ranah hukum .

Selain itu beberapa SPPG sudah mendapatkan respon negatof dari warga masyarakat yang berbuntun Demo . Dari demomsayarakat  ke SPPG tersebut terungkap warga masyarakat menilai SPPG belum sepenuhnya menjalan aturan terkait pemorsian ataupun harga menu MBG yang dikirim. Mereka menilai dari segi harga belum layak dan SPPG mengambil untung yang lebih.

Masyarakat pada saat ini sudah tidak banyak mempermasalahkan jalannya program MBG . Pada kenyataan masyaraka sudah tidak bisa mnenolak program ini karena menilai ada nilai positif dari program MBG . Namun warga masyarakat mengharapkan transparansi terkait harga menu yang diberikan  harus sesuai peraturan yang ada.

Selain soal harga yang layak juga makanan yang disajikan harus benar benar bergizi dan menyehatkan. Sehingga factor keamanan makanan untuk siswa sekolah ini benar benar terjaga. Alih alih agar para siswa tumbuh kembang dengan baik lewat program MBG ini  justru banyak siswa yang sakit atau tidak sehat.

Fatkul Muin

Jurnalis Warga kabarseputarmuria