Jepara – Hamparan sawah yang berada di sepanjang Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara mulai digarap kembali oleh para petani. Setelah di musim hujan tiba semua petani kembali terjun ke swah menggarap lahannya
Ketua Gapoktan Gemah Ripah desa Kaliombo Niskalim (55), mengaku mulai menanam benih padi setelah intensitas hujan cukup tinggi. Saat ini usia tanam padi sudah berusia 22 hari . Harapannya, sekitar puasa atau lebaran padi yang ditanamnya sudah panen.
“ Semua sawah di desa Kaliombo seluas kurang lebih 150 hektar semua sudah ditanami padi . Pada hari hari ini semua petani di sini mulai memupuk. Alhamdulillah pupuk subsidi lancar dan tersedia “, kata Niskalim Kamis 8/1/2026
Ketersedian pupuk bersubsidi dua tahun terakhir ini menurutnya cukup lancar dan tersedia. Sehingga petani di desa Kaliombo tidak lagi kesulitan untuk menebus pupuk bersubsidi seperti beberapa tahun yang lalu. Saat petani butuh pupuk tinggal mencairkan saja .
“ Untuk pupuk tidak ada masalah untuk tahun 2025 agak terlambat sedikit namun bisa teratasi semua petani sekarang sudah bisa memupuk lahannya. Ini pemupukan pertama pada MT 1 “, tambah NisKalim.
Terkait pengairan sawah pada saat ini air cukup malah cenderung berlebih. Harapannya tidak ada lagi banjir besar sehingga padi yang ditanammnya pada bulan ini tidak terendam air . Sehingga pada saat panen nantinya bisa menghasilkan padi yan banyak.
“ Air tak ada kendala malah lebih . Bantuan pompa jug sudah ada tahun kemarin sehingga untuk pengairan di area persawahan desa Kaliombo cukup. Mudah mudahan tidak ada banjir atau air lebih. Sehingga nanti panen aman dari banjir.
Bantuan Mesin Pemanen Padi
Terkait bantuan yang diharapkan dari Pemerintah Gapoktan Gemah Ripah membutuhkan Mesin untuk panen padi . Ketika panen padi di desa Kaliombo sangat menbutuhkan mesin untuk memanen padi. Petani menyewa mesin kepada pengusaha dengan harga yang cukup tinggi sehingga mengurangi pendapatan petani.
“ Kami mengharapkan bantuan mesin untuk panen padi ketika panen petani menyewamesin dengan harga yang tinggi . Selain itu juga jumlahnya tidak begitu banyak sehingga harus antri. Dengan adanya bantuan mesin petani Kaliombo ketika panen tidak kesulitan mencari mesin pemanen padi “ harap Niskalim
( Pak Muin)