Pati – Tiga desa adakan sosialisasi bareng mengundang Poktan Mardi Subur desa Winong dan Poktan Sido makmur kelurahan Kalidoro.

Gedung pertemuan desa kutoharjo menjadi lokasi penyelenggaraan sosialisasi program prioritas Bupati Pati di bidang pertanian. Program ini berfokus pada peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektar,
disampaikan para narasumber Mbak Retno PPL Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan Suprihmartono babinsa, hadir juga Camat Pati Didik Rusdiartono.

Hartono Kepala Desa Kutoharjo Kecamatan Pati mengungkapkan sosialisasi ini merupakan dukungan nyata dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan Babinsa mensukseskan program prioritas Bupati Pati Sudewo

“Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan inovasi-inovasi pertanian seperti metode Mikroba dan Varietas Padi M 70 D.
Kedua inovasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan”, tuturnya

Hartono menyebut program 10 ton/ hektar, tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhi mungkin irigasinya gimana, pupuknya dan faktor cuaca cuaca.
“Terus kemudian petani padi kan sering diganggu banyaknya hama padi, sekarang di sini ada penyakit sundep beluk dan tikus.
Karena itu menjadi hambatan juga terkait dengan masalah petani ini nah kini para kelompok tani berkumpul di ruang pertemuan desa kutoharjo sedang di edukasi diberikan sosialisasi supaya membantu memecahkan masalah-masalah persawahan.
Mengutip metode tanam padi dengan metode Mikroba. Gampang membuatnya bahannya terdiri atas gula aren, kacang ijo, daun kelor dan buah pisang, dipraktekkan telah menghasilkan 10ton / Hektar”, tuturnya

Kami akan berupaya semaksimal mungkin menyemangati petani untuk mencapai target 10 ton per hektar yang telah ditetapkan oleh Bapak Bupati. Program ini sangat bagus karena memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian, sehingga kebutuhan pangan di Kabupaten Pati dapat terpenuhi dengan baik, tentu petani dapat hidup makmur dan sejahtera.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para petani di Desa Winong, Kutoharjo dan kelurahan Kalidoro, dapat mengadopsi teknologi dan inovasi pertanian yang diperkenalkan oleh narasumber, sehingga produktivitas padi dapat meningkat dan kesejahteraan petani dapat terjamin”, pungkasnya. (Agus)