Demak – Salah satu jenis unggas unggasan yang kini disukai orang adalah daging enthog . Selain dagingnya yang padat seperti daging sapi juga rasanya enak. Sehingga makanan enthog saat ini menjadi makanan favorit yang banyak dicari.

Kebutuhan enthog yang selalu naik di masa lebaran dan juga hari hari tertentu membuat orang membuka usaha peternakan enthog. Salah satunya adalah Pak Adnan warga desa Kedungkarang kecamatan Wedung. Ia membuat kandang di tepi sungai SWD 1.

“ Ini kandang baru saya buat karena kandang yang sebelumnya kena gusuran normalisasi sungai SWD 1. Kalau dihitung semua ya habis Rp 500 ribu. Kandang ini muat 50 enthog tapi ini baru saya isi 15 dan yang 20 masih dirumah “, kata pak Adnan pada kabarseputarmuria Senin 3/11/2025.

Sebenarnya Adnan ternak bebek enthog ini sduah lama lebih 10 tahun. Namun yang dipelihara tidak banyak dan kandangnya di sekitar rumah. Setelah melihat poermintaan selalu naik akhirnya ia memutuskan untuk membuat kandang yang jauh dari rumah.

“ Kalau disini bisa muat banyak selain itu tidak mengganggu tetangga di kampung. Kotoran langsung turun ke sungai . Selain itu enthog bisa makan remisan disungai . Sehingga kebutuhan pakannya bisa ekonomis “, tambah Adnan.

Memelihara enthog menurut Adnan tidak sulit seperti ayam atau yang lain. Pakannya juga mudah hanyalah dedak dan kangkung yang dipotong potong. Kedua pakan itu dimasukkan dalam wadah dicampur air sedikit. Kalau ada ikan rucah bisa dicampur ikan rucah .

“ Pakannya dedak dan sayur kangkung seperti ini . Dedak sekarang perkilo Rp 4 ribu sehari kurang lebi 4 kilo ditambah kangkung ya sekitar Rp 20 ribu sehari untuk 50 ekor enthog. Kadang juga kurang karena ada pakan lain dari luar “, kata Adnan lagi.

Adapun penjualan enthog ini tergantung kebutuhan jika ada yang butuh 1-2 ekor dan posisi sedang ada bisa dijual. Biasanya yang beli orang untuk acara acara. Sedangkan yang banyak ketika lebaran sekali jual bisa 20 ekor dengan harga mulai Rp 250 ribu dengan bobot ada yang sampai 7 kilogram.

“ Untuk penjualan bebek enthog ini mudah bawa 1 tau 2 ekor dibawa ke pasar langsung laku. Apalagi jika lebaran pernah jelang lebaran jual 20 ekor dapaat uang sekitar Rp5 jutaan . Sedangkan jual harian kadang sebualan 2-3 ekor bisa untuk beli pakannya “, tutup Adnan. (Pak Muin)