Jepara – Kabupaten Jepara tahun 2025 ini menjadi tuan rumah Lomba MQK tingkat propinsi Jawa Tengah . Lomba berlangsung di Pondok Pesantren Amsilati Bangsri Jepara 21-21-23 Juli 2025 l. Adapun peserta adalah wakil dari pondok pesatren di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Salah satu peserta yang berhasil menjadi juara adalah Muhammed Syaherul Alam Santri pondok MIS Sarang Demak .Pada lomba kali ini ia keluar sebagai juara 2 pada bidang baca kitab nahwu tingkat Wustho . Kejuaraan ini untuk kali kedua karena tahun sebelumnya pernah meraih juara 1 tingkat propinsi Jawa Tengah.

” Alhamdulilah tahun ini dapat juara 2 karena yang juara 1 sama sama teman dari Sarang . Ya pastinya senang karena masih bisa ikut lomba tahun ini.Bisa ketemu teman santri yang lain . Mohon doa semoga berkah ” , kata Syaherul Alam pada kabarseputar Rabu 23/7/2025.

Syaherul Alam yang putra pasangan Misbahussudur dan Khamsia Kamila menambahkan, ia berasal dari desa Sendangdhuwur kecamatan Paciran kabupaten Lamongan .Ia telah 4 tahun mondok di Pondok Pesantren MIS ( Ma’hadul Ilmi Asyar’ie) selain itu paginya belajar di MGS ( Madrasah Ghozaliyah Syafiiyah ) kelas 1 MTs.

” Saya Mondok di Sarang setelah lulus MI di Sendang dhuwur Paciran . Insya Allah nanti lanjut sampai MA di Ghozaliyah . Ya udah biasa jauh dari orang tua mondok ya senang senang saja “, tambah Syaherul Alam yang cucu KH.Salim Azhar ulama kharismatik dari Paciran Lamongan.

Khamsia Kamila ibu Syaherul Alam mengatakan , Syaher pertama kali ikut MQK tahun 2023. Di tahun itu dia ikut marhalah ula di bidang kitab tauhid mewakili pondoknya, MIS Karangmangu Sarang. Setelah melalui seleksi di kabupaten dan provinsi Jawa Tengah keluar juara 1 sehingga tembus ke MQKN yang saat itu bertempat di Jatim, tepatnya di pondok Sunan Drajat Paciran mendapatkan juara 3.

” Di tahun 2025 ini alhamdulillah dia bisa mewakili pondoknya lagi untuk ikut lomba seleksi MQK. Di kabupaten dia lolos juara 1, alhamdulillah. Kemudian dia ikut test CBT dan alhamdulillah akhirnya bisa ikut MQK tingkat provinsi Jateng. Alhamdulillah bisa tembus juara 2. ” kata Khamsila Kamila yang guru MTs di Paciran Lamongan

Ditambahkan saat Syahir telfon untuk meminta doa kesuksesan lombanya ia berpesan belajar yang semangat dan jangan lupa berdoa. Menang atau kalah hal yang biasa dan jika kalah tidak boleh kecewa.

” Saya itu suweneng kalo dipamiti ikut lomba. Pertama, karena dengan ikut lomba dia akan membaca dan belajar. Kedua, dia berlatih untuk berani berbicara di depan umum. Ketiga, dia berlatih untuk survive di tempat lain.Saya gak pernah memaksakan anak anak saya untuk berani tampil kedepan. Soalnya tahu rasanya takut maju itu menyesakkan jiwa raga” tambahnya

Pada kesempatan ini Syaher maupun kedua orang tuanya mengucapkan terima kasih pada guru dan pembinanya . Selain itu juga untuk pengurus pondok MIS atas semua fasilitas yang disiapkan sehingga Syaher meraih juara 2 tingkat propinsi .(Pak Muin)