Jepara – Salah satu desa pantai yang letaknya paling Selatan di Jepara adalah desa Kedungmalang kecamatan Kedung. Desa ini berbatasan dengan desa Kedungmutih kecamatan Wedung yang sama sama ditepi pantai. Batas kedua desan yang juga sebagai pembatas dua kabupaten adalah sungai Serang yang kini dikenal sebagai sungai SWD2.
Sungai inilah sungai yang bersejarah karena pada jaman jawa purba dan wilayah gunung Muria belum bersatu dengan pulau jawa . Sungai Serang inilah sebagai transportasi sungai dari wilayah pantai hingga ke Kudus hingga ke Muria. Sungai Serang ini menyambung dengan sungai kali gelis.
Sungai SWD 2 yang sekarang ini jaman dahulu muaranya tidak lurus ke laut namun berbelok ke desa Babalan yang masuk wilayah kabupaten Demak . Sehingga desa Kedungmalang sampai sekarang ini mempunyai tanah tambak di area sekitar Kedungmutih dan menjorok hingga ke Babalan.
“ Ya meski tambak itu telah di beli dan dikuasai warga Demak . Namun ketika membayar pajak pajaknya masuk ke Jepara. Memang dulu hingga sekarang tanah tanah tambak itu masuk wilayah Jepara hingga sekarang “, kata Hazawi mantan carik desa Kedungmalang pada kabarseputarmuria Kamis 10/7/2025.
Hazawi mengatakan , Sungai Serang yang hulunya di wilayah Grobogan merupakan sungai panjang dan besar pada waktu dulu. Namun sekitar tahun 1920an sungai itu mengalami sedimentasi sehingga mengakibatkan banjir di hilir. Untuk mengatasainya sungai inipun di bobol langsung ke laut jawa.
“ dari cerita cerita orang dulu pembobolan sungai Serang langsung ke laut Jawa sekitar tahun 1928 dan masih jaman Belanda. Setelah di bobol sungai lama kemudian mati hingga seakrang menjadi saluran kecil untuk mengairi tambak “, kata Hazawi lagi.
Adanya pembobolan tanggul tersebut mengakibatkan pemukiman warga desa Kedungmalang tergusur pada waktu itu dan warganya banyak yang pindah ke desa Kedungmutih. Dulu kampung Kedung rejo penduduknya cukup banyak. Setelah itu banyak yang pindah karena pemukiman terkena pembobolan sungai.
“ Secara tidak langsung warga desa Kedungmutih sebagian ada yang punya leluhur di desa Kedungmalang, Dan menurut cerita dulu desa Kedungmalang tidak sebesar sekarang. Dulu desanya kecil jadi besar kaena ada perpindahan dari wilayah Kedungrejo”, tambah Hazawi.
Terkait desa Kedungmalang yang sekarang Hazawi memaparkan. Jaman dulu ada pedukuhan yang nama Kedung Rejo dan Krasak Malang. Dua wilayah ini dulu dipisahkan area persawahan yang panjang. Sehingga kedua wilayah itu kemudian disatukan menjad desa Kedungmalang hingga sekarang.
“ Dan sejarah juga mencatat bahwa Kedungmalang ini dulunya kota Kecamatan Kedung. Namun karena sesuatu hal kota kecamatannya di pindah ke desa Bugel sampai sekarang, Namun nama kecamatannya masih kecamatan Kedung “, kata Hazawi menutup sua. (pak Muin)