Jepara – Salah satu desa yang terdampak abrasi di Jepara adalah desa Surodadi kecamatan Kedung . Abrasi mulai dirasakan warga sudah puluhan tahun bersamaan hilangnya Dukuh Tanggul di desa Tanggul Tlare . Desa Boelakyang kini dirfelokasi menjadi desa Bulak Baru.

Namun gerusan ombak Pantai Utara di Jawa ini terasa nyata sepuluh tahun terakhir. Tambak tambak garam di tepi laut setiap tahun hilang 10 -30 meter. Sehingga bibir pantai saat ini makin mendekati pemukiman warga dan membuat resah warga.

Madnur warga dukuh Bandengan Surodadi mengatakan , abrasi terlihat nyata beberapa tahun terakhir ini . Jika musim hujan ombak dan angin cukup besar menghantam Tanggul  tambak sebagai batas dengan Pantai. Tanggul itu terkikis dan air tambak masuk dengan leluasa.

“ Selain abrasi yang datang setiap musim penghujan kendala lain adalah rob yang cukup tinggi. Jika rob datang semua bagian tambak ini tidak kelihatan yang ada semua air. Mau untuk budidaya ikan tidak bisa. Untuk produksi garam juga menunggu rob mereda “, kata Madnur pada kabarseputarmuria Kamis 19/6/2025

Tambak garam yang di garap Madnur setiap tahun  luasnya berkurang karena tergerus abrasi. Awal ia menggarap tambak 10 tahun yang lalu luas lahan tambak garam yang digarap sekitar 1,9 hektar. Namun setelah diukur ulang beberapa hari ini tambak itu hanya tinggal 1,1 hektar. Sekitar 0,8 hektar amblas jadi laut .

“ Ini bukan tambak saya pribadi awalnya saya menggarap tambak ini system sewa. Namun pada tahun ini ganti pemilik dan saya tak sanggup menyewa akhirnya saya garam system bagi hasil. Makin menyempit saya tak berani system sewa “, tambah Madnur.

Selain tambak yang ia garap . tambak kanan kiri juga mengalami hal yang sama. Semakin lama semakin menyempit karena tergerus abrasi . Padahal setiap tahun pemilik tambak membuat tanggul dari bambu plastic dan tanah untu menghambat abrasi . Namun hal itu tidak membuat abrasi berhenti.

“ Soal biaya kami disini sudah keluar banyak membuat tanggul penahan abrasi . Namun hasilnya ya hanya menahan saja abrasi terus menggerus setiap tahun. Kalau tidak diatasi tambak ini bisa habis dan menghantam pemukiman warga “, kata Madnur lagi.

Melihat abrasi yang semakin parah Madnur mengharapkan bantuan pemerintah untuk menhatasi abrasi ini. Misalnya membuatkan tanggul permanen yang besar dan kuat . Agar bisa menahan laju abrasi yang setiap tahun  menggerus area pertambakan desa Surodadi.

Menanggapi masalah itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bahwa saat ini pihaknya fokus memperhatikan abrasi di wilayah Jepara selatan itu. Dia menyadari bahwa kondisinya semakin memprihatinkan dan daratan berpotensi hilang.

”Kita tinjau langsung dan kita ajukan ke pemerintah pusat agar ada perhatian khusus. Kita butuh sabuk pengaman pantai agar dua desa ini tidak hilang,” kata Wiwit.

Bupati juga menyebutkan bahwa usulan pembangunan sea wall atau tanggul laut yang direncanakan sampai Jepara telah diusulkan juga terkait masalah abrasi tersebut.

”Mudah-mudahan segera masuk dan direalisasikan oleh pemerintah pusat. Estimasi anggaran masih kita hitung, mungkin satu hingga dua minggu ke depan sudah ada angka pastinya,” tambahnya.        ( Pak Muin )