Pati – Memeriahkan acara Sedekah Bumi, Desa Tayu Kulon Kecamatan Tayu tahun ini dikemas tampil maksimal meski tidak ada acara arak-arakan atau pawai

Kegiatan tahunan pemerintah Desa tayu kulon yang di dukung masyarakat setempat dalam rangka ungkapan syukur kepada sang Pencipta merupakan tradisi turun temurun yakni sedekah bumi yang jatuh di bulan Apit.

Berkat kebersamaan antusias masyarakat desa setempat mampu menampilkan turnamen sepak bola, Bola voli, jalan santai, pentas seni, Tahtimul Quran TPQ, Tahtimul Quran bin Nadhor, Kenduren/ hajatan di punden mbah Sedayu dan mbah Bunglo dilanjutkan pagelaran wayang kulit Dalang Ki Sabar Waseso.

Penutup rangkaian sedekah bumi desa tayu kulon akan di pentaskan kesenian Jawa Ketoprak Wahyu Manggolo usai perayaan hari Raya Idul Adha.

Kepala Desa Tayu Kulon Aries Junaidi menerangkan, acara Sedekah Bumi di desanya biasa diperingati pada Sasi Apit (penanggalan Jawa) jatuh di hari Sabtu legi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur desa Tayu kulon

“Acara sedekah bumi dimulai dengan tahtimul quran dan bancaan di Punden mbah Sedayu dan mbah Bunglo.
Pertunjukan seperti wayang kulit, pentas seni anak-anak dan
Untuk tahun ini doa bersama di laksanakan dibalai desa, di punden mbah sedayu dan mbah Bunglo”,terang Jimaidi

Desa Tayu kulon yang terbagi dalam 24 Rt dan 5 Rw, masyarakatnya sebagian besar mata pencahariannya adalah petani padi dan wiraswasta.
Partisipasi masyarakat dieven sakral yang rutin diagendakan setiap tahun sangat maksimal, meski pemdes telah menyiapkan dana yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Perayaan sedekah bumi sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, semoga kedepan akan semakin menambah kemakmuran desa Tayu kulon.

“Ini acara yang sakral, sebagai bentuk rasa syukur dan nguri-uri budaya Jawa. Semoga warga Tayu kulon semakin makmur, lancar rejeki dan dimudahkan segala urusannya”, harap Aries Junaidi
(Agus)