Mbah Ahmad Fayumi Petani Penggarap dari desa Tedunan Jepara

Jepara – Setelah kepemimpinan baru di pegang presiden Prabowo distribusi pupuk di rasakan petani lebih mudah dan tidak merepotkan. Sehingga para petani khususnya di desa Tedunan kecamatan Kedung tak kesulitan pupuk ketika mau memupuk lahannya.

Hal itu dikatakan Mbah Ahmad Fayumi (65) petani pengggarap warga desa Tedunan kecamatan Kedung ketika dimintai informasi seputar distribusi pupuk subsidi. Petani di desanya sekarang mudah ketika membeli atau menebus pupuk subsidi di toko yang ditunjuk.

“ Alhamdulilah mulai MT 1 pupuk mudah di dapatkan dengan menunjukkan kartu tani atau KTP langsung bayar dan pupuk di bawa pulang. Saya dapat 4 zak kalau untuk memupuk ya cukup tak usah beli yang non subsidi “, kata Mbah Ahmad Fayumi Selasa 6/5/2025

Sebelum presiden pak Prabowo para petani di desanya kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Sehingga agar tetap bisa memupuk terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya hampir lipat dua. Kalau hasil panen bagus tidak terasa berat namun jika hasil panen tak sesuai target berat sekali .

“ Tahun tahun lalu beli pupuk subsidi saja banyak kendala apalagi pupuk subsidi. Dulu kita beli pupuk hingga ke Bungo Demak dengan harga mahal karena non subsidi. Sekarang tinggal ke pak Carik Karangaji kita sudah bisa bawa pulang pupuk Subsidi”, tambah mbah Ahmad Fayumi.

Meskipun pupuk mudah di dapat namun hasil panen MT 1 kurang bagus karena banyak penyakit tau hama. Lahan yang digarapnya biasanya dapat 25 hingga 30 Zak . Kemarin hanya dapat 8 zak saja karena tanaman kondisi kurang bagus. Namun demikian MT 2  ini ia tetap semangat harapannya hasilnya bagus.

“ Ya yang namanya petani sejak dulu hingga sekarang meskipun rugi ya tetap menggarap lahan. Yang namanya rejeki ada yang ngatur siapa tahun hasil tahun ini bagus . Sehingga kerugian kemarin bisa tertutupi hasil panen tahun ini “, kata mbah fayumi lagi.

Untuk pupuk memang harga terjangkau dan mudaj didapatkan. Salah satu kendala yang menghadang para petani adalah mahalnya harga obat-obatan. Tanpa di semprot obat pertumbuhan padu tidak bisa maksimal.

“ Ya itu kalau mau membantu ya bantuan berupa obat obatan . harga obat obatan untuk semprot padi mahal . Kadang kalau tidak ada uang ya di obat seadanya sehingga pertimbuhannya kurang maksimal “, pinta Mbah Ahmad Fayumi. ( Pak Muin )