Demak – Lebaran masih setengah bulan lagi namun persiapan ugtuk menyambut hari Istimewa sudah terasa. Salah satunya adalah dengan menyediakan kue khas lebaran yaitu kue larut dan kue Madu mongso. Kue jadul berusia puluhan tahun ini masih diproduksi di desa Mutih Kulon kecamatan Wedung.
Salah satu warga yang membuat kue jadul ini adalah ibu Mutaharoh . Ia membuat kue larut ini lebih 5 tahun . Ia adalah generasi ketiga karena keluarga besar yang membuat kue larut dan Madu mongso ini adalah Neneknya dan diteruskan ibunya yang kini ia lanjutkan.
“ Usaha ini yang merintis nenek saya ketika nenek meninggal dilanajutkan oleh Ibu . Selanjutnyua ibu juga meninggal agar tak putus saya meneruskan usaha ibu ini . Alhamdulillah terus berjalan seiring dengan permintaan konsumen”, kata Haroh yang ditemui kabarseputamuria Selasa 11/3/2025
Ia memproduksi kue Larut dan Kue Madu ini di dapur yang terbuat dari bambu . Bukan tanahnya sendiri namun numpang di tanah tetangga. Didapur dengan ukuran 6X6 meter ini ia setiap hari di bulan Ramadhan membuat kue jadul ini. Ia tidak sendiri namun dibantu tenaga harian 8 orang.
“ Kalau untuk pembuatan adonan semua yang mengerjakan saya sendiri karena ini menyangkut rasa. Namun setelah jadi adonan seperti ini yang mencetak dan yang membakar hingga matang para pekerja . Ini ya rata rata 8 orang namun kalau pesanan banyak kita tambah hingga 12 orang “, tambah Haroh
Setiap harinya ia memproduksi minimal 30 Kg sehingga jika di hitung produksi 1 tahun bisa mencapai 1 ton lebih untuk 1 jenis . Bahan baku untuk kue larut ini adalah tepung aren yang dipadukan dengan telor , gula dan juga bahan lainnya. Sedangkan untuk madu mongso bahan baku adalah beras ketan, tape gla dan bahan lainnya.
Untuk pembuatannya memang masih tradisional karena masih menggunakan tangan . Selain itu untuk memasaknya juga masih menggunakan tungku dan oven berbahan kayu . Sehingga jika sedang produksi dapur tempat pembuatan kue ini banyak asap seperti halnya pemandangan rumah rumah jaman dulu.
Terkait harga kue Larut dan Madu mongso tahun 2025 ini ada kenaikan sedikit karena bahan baku ada kenaikan utamanya kelapa. Namun kenaikan di tahun ini masih terjangkau oleh para konsumen. Tahun 2024 dulu perkilo sekitar Rp 75 ribu tahun ini naik Rp 5 ribu jadi Rp 80 ribu . Begitu juga harga kue Madu mongso juga sama.
Kue Larut ini memang kue khas lebaran namun Haroh mengatakan, di usai lebaran ia masih menerima pesanan untuk pembuatan kue larut ini. Biasanya kue larut ini masih dibutuhkan oleh warga sebnagai oleh oleh jika kembali ke tempat perantauan. Selain larut dan madu mongo ia juga membuat kue Wingko .
“ Untuk usai lebaran pembuatan kue larut ini berdasarkan pesanan . Sehingga bagi siapa saja yang butuh kue larut , kue madu mongso dan kue wingko bisa datang ke runmah desa Mutih Kulon kecamatan Wedung untuk rumah saya dekat pasar “, kata Haroh tutup sua . ( Pak Muin)
