SOLO – Ribuan jemaah dari berbagai daerah berkumpul di Masjid Riyadh, Solo, untuk menghadiri Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, sebuah acara keagamaan tahunan yang menjadi salah satu peringatan terbesar di wilayah tersebut. Acara ini berlangsung dari 22 hingga 24 Oktober 2024 dengan puncak acara digelar pada Rabu, 23 Oktober 2024
Dimulai sejak 22 Oktober 2024, haul ini diawali dengan Rauhah, sebuah majelis ilmu berfokus pada kajian kitab klasik, tafsir Alquran, dan pembelajaran fikih. Acara ini dilaksanakan setiap sore hingga malam hari, memberikan kesempatan kepada jemaah untuk memperdalam pemahaman agama mereka.
Pada puncaknya, pengajian besar dan tausiyah dari ulama terkemuka digelar di hadapan ribuan jemaah yang memadati area masjid. Tak hanya masyarakat Solo, namun juga jemaah dari berbagai daerah turut hadir, menjadikan acara ini sebagai ajang silaturahmi umat Islam. Pembacaan biografi Habib Ali, tahlil, dan doa bersama mewarnai puncak acara.
Acara puncak kali ini diisi dengan lima agenda utama. Dimulai dengan pembacaan Al-Fatihah, Yasin, dan Tahlil, Pembacaan Manaqib atau riwayat hidup Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dengan dua bahasa: Arab dan Indonesia, Mauizah Hasanah, dan ditutup dengan doa bersama.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan saat menyampaikan muizah hasanah mengatakan haul adalah momen untuk mengingat kebaikan seseorang semasa hidupnya. Dia mencontohkan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang meskipun sudah 113 tahun wafat namun karya, nasihat, dan teladannya masih dijalankan banyak orang di banyak negara di dunia.
“Ketahuilah Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di zaman beliau hidup banyak sekali hartawan dan [orang yang] punya kedudukan. Namun mereka tidak sedikenang Habib Ali. Bahkan saat beliau wafat pada 113 tahun yang lalu, kematiannya selalu diperingati bukan hanya di Solo, melainkan di Hadramaut, Yaman, dan banyak negara Afrika,” kata dia.
Haul ini ditutup pada 24 Oktober 2024 dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jemaah melantunkan selawat, kasidah, dan mendengarkan ceramah yang mengingatkan kembali umat akan keteladanan Nabi Muhammad. Kendati acara ini berakhir pada hari kerja, namun antusiasme jemaah tetap tinggi.
Salah seorang jemaah asal Pasuruan, Irwan mengatakan, meski acaranya terbilang sederhana, namun pihak panitia cukup responsif terhadap para jemaah.
“Ya memang sederhana, tapi panitia menyediakan konsumsi sebisanya untuk jemaah yang hadir seperti bantuan istirahat, apalagi kami ini jauh dari luar kota,” ujarnya.
Sebagian besar jemaah memilih mencari penginapan di sekitar area masjid, sementara beberapa di antaranya memilih tidur di masjid atau tempat terbuka. Panitia mengimbau para jemaah untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung, mengingat banyaknya peserta yang hadir.
Adapun untuk jemaah yang tidak dapat hadir secara langsung, seluruh rangkaian acara disiarkan melalui live streaming di platform digital, sehingga masyarakat di berbagai tempat tetap bisa mengikuti jalannya acara.
Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi ini kembali menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dalam kehidupan umat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat Islam. ( Dari Berbagai Sumber )