Makam Kanjeng Pangeran Mangun Kusumo Wicitro di desa Tangggul Tlare tan cungkup
Jepara – Kabupaten Jepara sejak dulu dikenal sebagai daerah yang sarat nuansa sejarah , adat dan budaya . Masyarakatnya masih melestarikan adat budaya dan kearifan local sampai sekarang . Salah satunya di setiap desa ada tempat yang dihormati atau di pepundi dan lazim disebut Pundhen.
Salah satunya di desa Tanggul Tlare kecamatan Kedung, ada sebuah pundhen yang saat ini masih dirawat dengan baik. Tidak hanya dari dana secara swadaya masyarakat saja , namun Dana Desa juga digelontorkan untuk merawat Punden yang warga desa menyebutnya sebagai Pundhen Pening.
Mengapa disebut Pening belum ada data yang akurat terkait hal ini .Namun di Punden inilah ada dua makam yang dirawat baik dan adanya sejak dahulu . Terkait nama Pening tersebut di makam ini dimakamkan Barru Klinting yang kita dengarkan juga di legenda terjadinya Rawa Pening di daerah Ambarawa. Wallahua’lam.
“ Ketika masih kecil pundhen ini sudah ada dan orang menyebutnya sebagai pundhen Pening. Sedangkan dua makam dalam punden itu yang dekat dengan pendopo namanya Kanjeng Pengeran Mangun Kusumo Wicitro atau Barru Klinting dan yang satu lagi namanya Dewi Cokrowati “, kata pak Kuslan warga desa Tanggul Tlare pada kabarseputarmuria Selasa 5/9/2023.
Pak Kuslan mengatakan adanya makam di pundhen Pening sudah ada sejak ia masih kecil. Namun namanya baru terkuak ketika ada ahli sejarah datang ke Jepara dan mampir ke desa Tanggul Tlare . Namanya pak Latif lalu bercerita bahwa yang dimakamkan itu adalah seperti halnya legenda terjadinya Rawa Pening yaitu tokoh Barru Klinting. Ceritanya mirip dengan cerita terjadinya Rawa Pening.
Seperti makam keramat lainnya makam Kanjeng Pangeran Mangun Kusumo Wicitro ini setiap setahun di Kholi . Khol adalah acara do’a bersama memperingati wafat atau meninggalnya seorang tokoh yang dihormati. Selain mengadakan selametan seluruh warga desa biasanya di gelar juga kegiatan pengajian.
Selain acara haul dengan ziarah secara bersama sama . Di hari hari biasa makam ini juga diziarahi oleh warga desa Tanggul Tlare yang mempunyai hajat tertentu. Mereka datang untuk mendoakan untuk yang dimakamkan di tempat itu. Tak lupa memohon kepada Allah SWT agar niat dan keinginannya kesampaian. Beberapa warga luar desa ada juga yang rutin berziarah ke tempat ini.
“ Makamnya terbuka 24 jam peziarah bisa datang siang atau malam hari karena tidak di kunci . Memang makam tidak dicungkup namun ada pendopo yang bisa digunakan untuk istirahat atau do’a bersama sama . Jalan menuju makam juga beton motor dan mobil bisa parker di depan pendopo “, tambah Pak Kuslan.
Nah itulah sekelumit cerita pundhen Pening di desa Tanggul Tlare bagi yang ingin berziarah bisa langsung datang ke makam ini. Yang tidak tahu jalan bisa mencarinya di Map dengan kata kunci makam Kanjeng Pangeran Mangun Kusumo Wicitro. Lokasinya tepatnya di area persawahan sebelah Selatan Café Tambak desa Tanggul Tlare. ( Pak Muin )