Jepara – Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara merupakan desa pesisir sehingga pada jaman dahulu menjadi persinggahan para penyebar agama Islam dari negara Lain. Bukti peninggalannya sampai sekarang masih di pundi-pundi atau di hormati yaitu tiga buah makam dalam satu komplek. Warga sekitar menyebutnya sebagai pundhen atau Makam Mbah Maulana.
Di area pundhen Kedungmalang itu dimakam tiga auliya’ yaitu Maulana Malik Ibrahim Al-Maghribi, Maulana Abdurrohman Al-Maghribi, dan Syeh Maulana Abdul Malik. Makam–makam tersebut bagi warga desa Kedungmalang adalah ”Pundhen” atau tempat yang di pundi-pundi atau dihormati, oleh karena itu selain dibersihkan secara berkala juga setiap hari tertentu di ziarahi seperti layaknya makam-makam Auliya’ di tempat lainnya.
Chanafi Juru kunci makam keramat Kedungmalang pada kabarseputarmuria mengatakan, keberadaan makam di tepi jalan raya Pecangaan- Kedungmalang sudah lama. Ia sekarang yang menjadi juru kunci makam dan telah dijalaninya sudah 19 tahun. Ia meneruskan profesi ini dari ayahnya dan ayahnya juga penerus dari embahnya begitu seterusnya.
” Saya dapat cerita dari ayah bahwa yang jadi Juru kunci di makam Maulana Kedungmalang adalah Mbah Katik selanjutnya turun ke Mbah Daim. Setelah itu lanjut ke Mbah Paenah dan diturunkan ke ayah mbah Halimi. Dari ayah mbah Halimi kemudian saya lanjutkan sudah hampir 20 tahun. Sebagai penerus saya adalah anak laki laki saya Abdullah Faqih “kata Chanafi .
Adapun tugas juru kunci adalah menjaga makam dan melayani para peziarah yang berziarah di makam setiap hari. Tidak lupa menjaga kebersihan dan kenyamanan para peziarah yang tidak hanya warga desa Kedungmalang namun juga warga dari luar. Setiap malam Jum’at Wage makam Maulana peziarah yang datang cukup ramai dibandingkan hari hari biasa.
” Untuk peziarah lokal yang banyak warga desa Kedungmalang dan sekitarnya .Namun di hari hari tertentu ada juga peziarah yang datang dari jauh pernah ada yang datang dari Jakarta, Pulau Sumatera .Bahkan pernah ada peziarah yang datang dari singapura. Untuk Haulnya Rutin digelar setiap setahun sekali yaitu bulan Jumadil Akhir tanggal 10-11″, tambah Chanafi
Amanat menjadi juru kunci sudah ia jalankan hampir 20 tahun dan penerusnya sudah
ada yaitu anak laki lakinya. Menjadi juru kunci makam tugas yang harus dijalankan meski tidak ada surat tugas tertulis dan juga gaji tetap.Namun demikian ia merasa bersyukur selama menjadi juru kunci banyak kemudahan ya ia dapatkan terutama kesehatan.
” Ya melayani orang banyak ya ada senang dan ada susahnya .Namun saya jalani dengan senang hati dan banyak senangnya bagi saya soal rejeki ada yang mengatur .Alhamdulillah tahun kemarin dapat insentif dari desa mudahan mudahan terus berlanjut”,harap Chanafi
Terkait kondisi makam Mbah Maulana Kedungmalang saat ini sudah bagus.Peziarah sudah nyaman karena makam sudah ada atapnya sehingga jika hujan peziarah bisa berziarah dengan tenang.Jalan menuju makam sudah beton bagus i
” Cuma yang kurang tempat parkir banyak peziarah yang usul parkir sepeda motor kalau bisa di dalam pagar makam agar aman dan nyaman.Memang sudah ada tempat parkir di seberang jalan yang dibuat oleh Pemdes namun jarang dipakai.Oleh karena kita pengurus berharap ada donatur yang merealisasikan masalah parkir dan sedikit jalan di belakang”, tutup Chanafi.(Pak Muin)