Jepara – Anda yang jadi kuli atau pekerja saat ini jangan berkecil hati suatu saat anda akanbisa membayar kuli atau jadi bos. Itulah setidaknya cerita dari Mas Habib warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung pemilik usaha “Nayla Stainless “  Ngabul Jepara.

Usai tamat sekolah menengah atas ia jadi kuli atau bekerja di tempat orang lain . Kini mempunyai usaha sendiri dan membayar kuli perminggunya mencapai Rp 15 – 20 jutaan. Bengkel lasnya kini di 3 tempat sehingga saat ini karyawannya jika full work ada 30 orang.

“ Ya biasalah mas dulu ya kerja di orang pindah pindah dari bos satu ke bos lain. Kadang bosnya orang indonesia sendiri pernah juga bosnya orang asing. Pokoknya dijalani saja “, kata Habib pada kabarseputarmuria yang kunjungi bengkel lasnya Sabtu 25 Juni 2022.

Bekerja di tempat orang Habib mengaku menjadi tempat pembelajaran berkaitan dengan semuanya. Mulai dari pilih bahan , mengoperasikan alat , menghitung pekerjaan sampai dengan melayani pembeli. SElain itu juga untuk menabung modal untuk buka usaha sendiri.

Mas Habib dan kakaknya

Setelah di rasa semuanya siap ia membuka usaha sendiri di rumahnya . Ia mulai memasarkan usahanya lewat mesia sosial seperti FB, IG , Wa dan lainnya. Satu persatu order mulai didapat dan dikerjakan dengan baik. Akhirnya usahanya terus berkembang  selain di rumah ia berani mengontrak tempat untuk bengkel.

“ Ya alhamdulillah berkat media sosial usaha perkembangan cepat , satu orderan memuaskan bisa jadi testimoni atau cerita ke orang lain . Selain harganya bersaing juga garapan bagus . Sehingga orderan lancar dengan dibantu kakak usaha bertambah lancar “, kata Habib.

Adapun barang atau pesanan yang dibuat semua berbahan stainless seperti kursi , meja , sofa sampai dengan variqasi buffet. Selain itu juga menerima pesanan pernak-pernik atau asesorie berbahan stainless. Selain melayani permintaan dalam negeri ia juga melayani permintaan ekspor .

“ Selain pemesan langsung banyak pula teman teman yang ikut pemasaran di online . Mereka upload gambar saya di sosial media atau toko online . Setelah dapat pesanan saya yang garap kadang kadang sampai kirim mereka dapat keuntungan yang lumayan”, tambah Habib.

Dengan adanya kerjasama ini bengkelnya tetus bisa produksi. Meskipun masa Corona atau Covid 19 banyak usaha yang turun . Bengkelnya tetap berjalan menerima orderan langsung dari pembeli atau reseller teman temannya. Oleh karena itu ia tetap membuka lebar kepada teman teman yang ingin ikut memasarkan produknya.

Untuk harga produk berupa mebelair dari stainless ini tergantung besar dan juga diasainnya . Semakin susah ya semakin mahal begitu pula besarnya semakin besar juga semakin tinggi harganya. Untuk yang sudah dibuat satu produk assesorie ulai Rp 50 ribuan dan paling mahal meja ada yang nyampai Rp 20 jutaan .

“ Contohnya meja ini ada yang pesan rangkanya saja tanpa daun meja. Namun ada yang langsung komplit dengan daunnya. Untuk daunnya ada yang terbuat dari kayu ada pula yang terbuat dari marmer “, jelas Habib

Karyawan menggarap orderan di bengkelnya

Dari mengelola usaha sendiri bersama kakanya selama kurang kebih 6 tahun Habib yang lulusan setingkat SMA ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Yaitu mempekerjakan teman , tetangga dan siapa saja yang mau diajak .Selain itu memberi penghasilan kepada orang lain yang memasarkan produknya.Tidak itu sja ia bisa membeli mobil untuk operasional dan juga membeli tanah untuk cadangan atau tabungan usahanya.

Nah bagi anda diseputaran Jepara atau dimana saya yang ingin membuat mebelair dari stainlees atau ikut memasarkan produk dari Nayla Stenlis bisa datang dan ketemu mas Habib atau kakanya . Adapun bengkel pusatnya di Nayla Stainless 3 desa Ngabul ( Bisa  di cari di map dengan kata kunci Nayla Stainless 3 0 no Hpnya +082244481144. ( Pak Muin )