Demak –  Agro bisnis adalah usaha yang masih prospektif untuk dijalankan ada berbagai macam komoditas agro yang bisa dikembangkan. Salah satunya adalah Buah Naga yang konon katanya berasal dari negeri china . Buah ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia terutama di daerah tinggi dan sudah banyak yang sukses dengan hasil yang lumayan bagus.

Nah itulah yang kemudian membuat salah satu pengusaha di Demak yang ikut mengembangkan kebun buah naga ini. Di area persawahan desa Berahan Wetan kecamatan Wedung yang biasa ditanami padi disulap menjadi kebun buah Naga. Dengan kesungguhan hati dan ketlatenan mengambangkan tanaman Naga ini . Dua tahun akhirnya bisa berbuah dan dipanen dengan hasil yang luar biasa.

“ Ini tanamnya dua tahun yang lalu ya antara berhasil atau tidak yang penting di tanam . Dengan perawatan yang tlaten pengairan dan pemupukan yang teratur akhirnya kebun buah Naga seluas 3,5 hektar bisa berbuah dan di panen “, ujar Manto ( bukan nama sebenarnya) pada kabarseputarmuria yang berkunjung ke kebun buah Naga Minggu (27/3).

Jika di lihat dari tekstur tanah dan juga cuaca yang panas  karena terletak di pantai tanaman buah Naga akan sulit berbuah atau tumbuh. Namun dengan perawatan yang tlaten dan pemupukan yang teratus akhirnya bisa berbuah. Dilihat dari buahnya yang berwarna merah dan matang . Buah naga ini seperti layaknya buah Naga yang kita temui di pasaran.

“ Rasanya ya seperti buah Naga yang kita beli di pasar , ya berair segar dan juga manis tidak ada rasa asinnya . Buahnya juga besar besar satu kilogramya rata rata berisi dua dan ada yang 1 buah kurang dikit “, kata Harun Arrsoyid pesepeda asal Jepara yang mampir dan membeli buah naga di kebun ini.

Harun Arrosid menambahkan , jika tanaman buah naga ini terus tumbuh dan berbuah ke depan kebun ini bisa dijadikan sebagai obyek wisata petik buah Naga. Siapapun yang lewat jalan ini bisa mampir beristirahat untuk menikmati buah Naga dengan cara memetik sendiri.  Apalagi bagi para pesepeda seperti dirinya memetik buah Naga merupakan keasyikan tersendiri.

“ Kemarin saya sama teman teman pesepeda mampir ke kebun ini dan makan buah Naga disini . Pokoknya bagi pesepada lain yang lewat kebun ini silakan mampir ijin pada penjaga untuk beli dan merasakan buah Naga untuk harganya sama dengan harga umum lainnya mungkin juga diberi lebih murah “, tambah Harus Arrosyid yang warga desa Gerdu kecamatan Kedung kabupaten Jepara. (Muin)