Putri Nur Mei Budi Utami | 1808056058
Pendahuluan
Virus corona telah melanda berbagai negara di dunia sejak tahun 2020 (Masitoh & Kurnia, 2022). Pandemi ini tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan seseorang, namun juga berdampak pada bidang sosial, ekonomi dan tak lupa juga pendidikan. Pandemi ini memaksa pemerintah di seluruh dunia melakukan evaluasi, analisis dan melakukan penyesuaian kebijakan pada seluruh sektor secara cepat dan tepat. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seperti larangan berkerumun, pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak aman (phsycal distancing) menjadi kebijakan utama yang diterapkan di seluruh dunia, namun kebijakan tersebut berimplikasi pada terganggunya stabilitas ekonomi, meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan layanan kesehatan secara signifikan, serta mengganti kebiasaan tatap muka dalam praktik pendidikan menjadi virtual (Rizaq, 2022) . Untuk mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka Kemendikbud mengeluarkan surat edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Penyebaran Covid-19 bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak layanan pendidikan, melindungi dari dampak buruk Covid-19, serta mencegah penyebaran dan penularan.
Seiring berjalan waktu, jumlah kasus corona semakin berkurang. Sehingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan keputusan Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, tentang pembelajaran yang diselenggarakan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan/atau pembelajaran daring. Dalam setiap pembelajaran, tentu menemui beberapa kendala, tanpa terkecuali kesulitan belajar para siswanya. Meskipun begitu, guru harus bisa mengatasi kendala tersebut agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Pembahasan
Kesulitan Belajar
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam (Alang, 2015), kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, disebabkan adanya ancaman, hambatan atau gangguan dalam belajar. (Novita et al., 2018) mengatakan kesulitan belajar adalah suatu kondisi ketidakmampuan siswa dalam mempelajari dan memahami konsep dari suatu pelajaran. (Waskitoningtyas, 2016) mengatakan kesulitan belajar merupakan ketidakmampuan siswa dalam menguasai fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi siswa yang tidak mampu mempelajari dan memahami konsep suatu pelajaran sebagaimana mestinya.
Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Pada Siswa
Penelitian (Arifuddin et al., 2022) menyebutkan terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa, antara lain :
- Faktor internal
- Intelegensi siswa
Setiap siswa tentu memiliki tingkat intelegensi yang berbeda. Ketika di dalam kelas tentu ada siswa yang masih ada yang kebingungan dan kurang fokus, suka melamun, fikiran kemana-mana, bahkan ada yang tidur serta kurang memahami apa yang dijelaskan oleh guru sehingga siswa tersebut mengalami kesulitan dalam belajar.
- Minat belajar siswa
Minat belajar adalah suatu ketertarikan terhadap suatu pelajaran yang kemudian mendorong siswa tersebut untuk mempelajari dan menekuni pelajaran tersebut.
- Motivasi belajar siswa
Motivasi merupakan daya pendorong seseorang dalam melakukan suatu aktivitas untuk mencapai hasil yang diharapkan (Simbolon, 2013).
- Sikap dalam belajar
Sikap dalam belajar adalah perasaan senang atau tidak senang, perasaan suka atau tidak suka terhadap guru, tujuan, materi dan tugas-tugas serta lainnya dalam kegiatan pembelajaran(Tamara, 2016).
- Faktor eksternal
- Lingkungan sosial
Lingkungan sosial merupakan tempat berlangsungnya aktivitas sehari -hari. Lingkungan sosial menjadi faktor penentu terhadap perubahan-perubahan perilaku yang terjadi pada setiap individu atau kelompok. Lingkungan keluarga, teman sebaya, serta lingkungan tempat tinggal akan membentuk perilaku dalam diri setiap individu. Lingkungan sosial yang baik akan membentuk pribadi yang baik, karena perilaku dan kepribadian seseorang cerminan dari lingkungan sosial yang ia tempati.
- Guru
Dalam pembelajaran guru memegang peranan yang sangat penting di dalam merancang pembelajaran. Guru harus selalu berusaha membangkitkan minat siswa agar pembelajaran menyenangkan, sehingga siswa dapat mencapai hasil yang baik. guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. Upaya guru menumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu mengaitkan pelajaran dengan pengalaman, kebutuhan, cita-cita, bakat atau minat siswa (Simbolon, 2013).
- Fasilitas belajar
Fasilitas belajar dapat dikatakan lengkap apabila siswa memiliki fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar, antara lain: ruang belajar yang nyaman, meja tulis, kursi, rak buku, dan alat-alat tulis. Sedangkan ruang belajar yang nyaman harus memenuhi syarat-syarat bebas dari gangguan, sirkulasi dan suhu udara yang baik, dan penerangan yang baik. Semua fasilitas belajar tersebut sebisa mungkin harus dimiliki oleh seorang siswa, karena dengan memiliki fasilitas belajar tersebut, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat (Bangun, 2008).
Solusi
Dari uraian di atas, seorang guru harus bisa membantu siswa agar tidak mengalami kesulitan belajar yang berarti. Berikut adalah solusi mengatasi kesulitan belajar pada siswa :
- Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar dari Faktor Internal
- Mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki
- Memiliki tekad belajar sungguh-sungguh
- Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar dari Faktor Eksternal
- Bergaul di lingkungan sosial yang baik
- Menyukai setiap komponen pembelajaran
- Mengoptimalkan fasilitas belajar
Simpulan
Pandemi Covid-19 telah melanda berbagai dunia sejak awal 2020. Pandemi ini berdampak pada setiap bidang kehidupan, tak luput pada bidang pendidikan. Kemendikbud sudah mengeluarkan berbagai kebijakan, dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga pembelajaran tatap muka terbatas. Tentu di setiap pembelajaran, ada beberapa anak yang menjumpai kesulitan dalam belajar. Di atas telah dibahas beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa antara lain intelegensi siswa, minat belajar siswa, motivasi belajar siswa, sikap belajar siswa, lingkungan sosial, guru dan fasilitas belajar. Upaya yang dapat dilakukan seorang siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajarnya yaitu mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya, tekad belajar sungguh-sungguh, bergaul di lingkungan sosial yang baik, menyukai setiap komponen pembelajaran dan mengoptimalkan fasilitas belajar.
Daftar Pustaka
Alang, S. 2015. Urgensi Diagnosis Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar. Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 2(1): 1–14.
Arifuddin, Utomo, B.B. & Purnama, S. 2022. Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Siswa Kelas IPS Pada Mata Pelajaran PPKN di MAS Hidayatus Shibyan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(11): 1–9.
Bangun, D. 2008. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Perhatian Orang Tua, Kelengkapan Fasilitas Belajar, Dan Penggunaan Waktu Belajar di Rumah dengan Prestasi Belajar Ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 5(1): 74–94.
Masitoh, N.A. & Kurnia, H. 2022. Kebijakan Pendidikan di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19 Beserta Dampaknya. Academy of Education Journal, 13(1): 74–83.
Novita, R., Prahmana, R.C.I., Fajri, N. & Putra, M. 2018. Penyebab kesulitan belajar geometri dimensi tiga. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 5(1): 18–29.
Rizaq, A.D.B. El 2022. Perspektif Guru dan Peserta Didik Sekolah Menengah Tentang Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 7(3): 28–44.
Rohim, C.N., Wiryaningtyas, R.K., Aji, L.N.C.L., Pambudi, Y.A. & Darmadi 2022. Masalah Yang Muncul Pada Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Luring Di Masa Pandemi. Innovative, 2(1): 228–231.
Simbolon, N. 2013. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Peserta Didik. Jurnal Kajian Pendidikan dan Pendidikan Dasar, 1(2): 14–19.
Tamara, Riana Monalisa (2016). “Peranan Lingkungan Sosial Terhadap Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik Di Sma Negeri Kabupaten Cianjur”. Jurnal Pendidikan Geografi 16 (1): 44–55
Waskitoningtyas, R.S. 2016. Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kota Balikpapan Pada Materi Satuan Waktu Tahun Ajaran 2015/2016. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 5(1): 24–32.