Demak โ€“ Hari hari ini bantuan presiden untuk UKM di seluruh Indonesia mulai bisa dicairkan di BRI . Di Demak setiap BRI dapat dipastikan antrian membludak karena penerima BPUM inginย  bantuan bisa segera dicairkan. Akibatnya penerima BPUM harus rela antri dini hari agar memperoleh nomor antrian.ย  Sehingga mereka harus berangkat dari rumah larut malam.

Selain itu pagi harinya meskipun sudah mendapatkan nomor antrian namun mereka banyhak mengabaikan prokes covid yaitu berkerumun di depan BRI. Di status FB netizen banyak yang mengapload gambar situasi kerumunan warga yang mengantri mengambil BPUM. Salah satu status lucu sebagai berikut:

Saya doakan seluruh Satpam BRI di Kab Demak sehat semuanya. Terhindar dari Virus corona .Amin . dibawah status tersebut juga diapload foto foto yang menujukkan antrian atau kerumunan di depan BRI di Demak. Di dalam foto tersebut terlihat nyata kerumunan orang yang mengabaikan prokes covid.

Melihat kondisi ini kita harus prihatin karena pemerintah terus mengampanyekan prokes covid , mengadakan operasi yustisi namun kenyatannya antrian BRI mengambil BPUM abaikan prokes. Padahal senyatanya pencairan BPUM bisa dilakukan seperti pengambilan BST atau BLT. Misalnya dengan penjadwalan masing masing desa sehingga tidak terjadi kerumunan yang mengabaikan prokes.

Selain itu warga masyarakat penerima BPUM perlu di edukasi bahwa setiap penerima BPUM bisa dilayani tanpa berdesakdesakan atau berkerumunan. Mereka beranggapan bahwa BPUM harus sdegera dicairkan dan bila tidak diambil dalam waktu dekat akan hilang atau hangus. Oleh karena itu perlu adanya pemberitahuan atau penjelasan dari BRI terkait waktu dan tempat dan juga prosedur ย pencairan BPUM.

Apalagi penerima BPUM banyak yang berasal dari desa yang jauh dari BRI sehingga mereka butuh waktu untuk pencairan . Diharapkan sekali bisa selesai dan tidak bolak balik dengan alasan tak kebagian antrian dan juga berkas yang tidak lengkap sehingga bolak balik untuk memenuhi persyaratan pencairan. Sehingga banyak dari mereka yang banyak buang waktu dan biaya. (redaksi)