Demak – Harga garam Demak dilahan mengalami penurunan yang cukup drastis membuat petambak garam kelimpungan. Hasil panen yang diharapkan bisa untuk menutup biaya operasional dengan segera kini harus menunggu karena garam tak laku. Kalaupun terpaksa dijual harganyapun tak sebanding biaya operasional.

” Dijuai sih laku namun harganya tak sebaik tahun lalu dulu paling rendah satu kwintalnya masih laku Rp 60-70 ribu. Hari hari ini paling tinggi cuma Rp 35 ribu “, kata Rojikan petambak garam yang menggarap lahannya di desa Kendalasem kecamatan Wedung pada kabarseputarmuria

Rojikan mengatakan ia menyewa lahan garam dua tahun Rp 65 juta. Tahun lalu hasilnya cukup lumayan karena harga garam bagus. Sehingga biaya sewa lahan bisa tertutup sebagian. Namun sayang harga garam tahun ini ambruk sehingga harapannya untung besar sirna karena harga garam terus terpuruk.

” Harapan kita para petambak garam disini ingin harga garam seperti tahun yang lalu. Ya misainya turun ya paling tidak Rp 60-70 ribu perkwintalnya biar bisa nutup sewa dan biaya operasional,” tambah Rojikan

Hal sama juga dikatakan Hariyanto petambak garam asal desa Kedungmutih, Harga garam yang terus turun membuat ia menahan garamnya di gudang. Garam tersebut adalah sisa hasil panen tahun lalu. Garam tersebut ia simpan harapannya musim penghujan ada kenaikan seperti yang sudah sudah. Namun kenyataannya tidak sesuai harapan karena harga garam terut terpuruk.

” Betul ini garam sisa tahun lalu masih kita tahan tunggu harga baik. Harapan saya harga garam bisa naik lagi. Kalau tidak ya kita jual dikit dan sisanya kita simpan lagi buat gudang di sebelahnya” kata Hariyanto. (Muin)