Demak – Pegaram Demak bulan Juni mulai panen mereka memulai membuat garam satu bulan yang lalu. Sedangkan panen raya diperkirakan akhir bulan Juli sehingga semua petambak garam yang tersentra di kecamatan Wedung sudah menuai hasil. Salah satu pegaram yang telah memanen lahannya adalah Arisman warga desa Kedungkarang yang menggarap lahannya di jalan raya Kedungmutih – Wedung.

Arisman (50) menggarap lahan bengkok desa yang disewanya Rp 35 Juta setahun seluas 2 hektar. Selain biaya sewa ia juga mengeluarkan biaya operasional lainnya misalnya beli mesin pompa, beli geo isolator dan peralatan lainnya. Untuk tenaga kerjanya ia tangani sendiri dan di bantu saudaranya

” Yang habis banyak untuk sewa lahan dan beli geo isolator. Ini saya sudah beli geo isolator 6 rol satu rol harganya Rp 3,2 juta. biaya lain misalnya beli baling baling, silinder dan alat penggaruk ‘, kata Arisman pada kabarseputarmuria.

Arisman mengatakan untuk tahap awal ia telah memanen dua meja kristal dan garamnya langsung dijual ke pengepul. Satu zak Dahlia dengan berat kurang lebih 40 kg dibeli pengepul seharga Rp 30 ribu. Dari dua meja kristal yang dipanen ia telah menjual 100 zak garam. Ia kini membuat lagi meja kristalisasi baru untuk menambah hasil garamnya.

” Harga garam saat ini tak sebagus tahun lalu. Ini hanya laku Rp 30 ribu Perzak tahun lalu perzak paling murah laku Rp 100 ribu. Mudah mudahan tidak turun harganya seperti yang sudah sudah ‘, kata Arisman. (Muin )

FATKULĀ  MUIN

Adalah Citizen Jurnalis Demak sering meliput kegiatan pemberdayaan di pedesaan. Ia ingin desa di kenal hingga manca negara agar berdaya bagi warganya. Ia juga pengelola situs www.kabarseputarmuria.com dan www.kabaredemak.com