Jepara – Untuk menjaga eksistensinya di era globalisasi, perpustakaan didorong tidak hanya menjadi tempat layanan pinjaman buku, namun harus berkembang untuk berbagai macam kegiatan masyarakat. Hal ini terungkap dalam kegiatan safari gerakan nasional gemar membaca tahun 2017, Jumat (31/03/2017) di Pendopo Kabupaten Jepara.
Selain bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dalam seminar yang dipandu Drs. Hadi Priyanto MM juga dihadiri Anggota Komisi X DR. H Noor Achmad, MA, Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpusnas. RI. Lusia Damayanti, Kepala Arsip dan perpus Jateng M. Masrofi MM serta penulis buku produktif Jepara Ela Sofa.
Dikatakan bupati sampai saat ini perpustakakan yang dimiliki Jepara sudah berkembang dengan sangat baik. Tak hanya memberikan layanan pinjam buku, namun telah berkembang menjadi tempat kegiatan masyarakat. Untuk itulah, hal ini bisa dicontoh oleh pengelola perpustakaankan yang ada di Jepara. “Saya yakin, dengan kegiatan masyarakat, menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi perpustakaan” ujar bupati.
Saat ini di Kabupaten Jepara sudah ada sekitar 700 perpustakakan yang tersebar hingga pelosok desa. Mulai dari perpustakakan sekolah, desa dan tempat ibadah. Untuk itulah, dari perpustakakan tersebut, didorong menjadi pusat berkegiatan masyarakat. “Selain itu, kami juga mempunyai layanan perpustakaan keliling dengan 5 unit mobil yang telah mampu menjangkau 12 lokasi” ujarnya.
Kepala Direkturtorat deposit bahan Pustaka Perpusnas. RI. Lusia Damayanti mengakui, pemerintah telah melakukan berbagai gerakan pengembangan perpustakaan, taman baca/pojok baca dan sejenisnya. Hal ini, merupakan respon masyarakat terhadap upaya pembudayaan kegemaran membaca sudah terlihat di masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Komunitas Akademi Menulis Jepara (AMJ) Kartika Ketut Pelita mengatakan keberadaan perpustakakan memberi manfaat yang luar biasa. Karena kegemarannya membaca ini, ia mampu menjadi seorang penulis dan beberapa karyanya juga telah berhasil memenangi beberapa kejuaraan nasional. Atas prestasi inilah, ia juga sempat bertemu dengan Iriana Jokowi dan Menteri Pendidikan Muhadjir Efendi. “Semuanya itu, berkat ketekunan membaca dan menulis” ujarnya (Kominfojepara@dian)